Pemerintah Akan Bicarakan Pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan

Pemerintah berencana untuk membentuk kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI sebagai langkah penanggulangan masalah terorisme
Lingga Sukatma Wiangga | 16 Mei 2018 15:17 WIB
Pasukan khusus gabungan intinya 60 orang. Tapi bagian-bagiannya sehingga semua kekuatannya 90 orang. Posisinya standby di Sentul dengan status operasi - TNI AD

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana untuk membentuk kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI sebagai langkah penanggulangan masalah terorisme.

Pada saat posisi Panglima TNI dijabat Jenderal TNI Moeldoko pada 2015, pasukan gabungan itu pernah dibentuk sebagai antiteror.

Pasukan antiteror tersebut diisi prajurit-prajurit pilihan dari satuan-satuan khusus di tubuh TNI yaitu Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU.

Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan mengatakan, gabungan pasukan khusus itu saat ini dibekukan.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko meresmikan Satuan Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Satkoopssusgab) di Lapangan Tembak, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015)/Intelijen

“Sepertinya [saat ini] dibekukan. Saya laporan kepada presiden kemarin beliau tertarik, nanti kita akan bicara dengan panglima [TNI],” katanya di Kantor Wakil Presiden, Rabu (16/5/2018).

Adapun terkait serangan teroris terbaru di Mapolda Riau, dia mengatakan sikap sudah jelas mengutuk dengan keras karena kejadian itu adalah perbuatan yang biadab.

“Dan meminta kepolisian menindak dengan keras. Jadi sudah sangat clear [sikap pemerintah]," tuturnya.

Tag : moeldoko
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top