Pengiriman Rute Langsung Lebih Efisien, Kata Menperin Airlangga Hartarto

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut pengiriman produk ekspor dengan rute langsung, jauh lebih efisien dan menguntungkan eksportir dibandingkan dengan pengiriman lewat Singapura ke negara tujuan.
David Eka Issetiabudi | 15 Mei 2018 21:38 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah) dan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya ketika melepas ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut pengiriman produk ekspor dengan rute langsung, jauh lebih efisien dan menguntungkan eksportir dibandingkan dengan pengiriman lewat Singapura ke negara tujuan.

Pertama soal waktu pengiriman, jika lewat Singapura, waktu perjalanan yang diperlukan selama 31 hari. Berbeda jauh, jika pengiriman langsung dari Jakarta International Container Terminal (JICT).

Shipping time-nya, kalau Singapura 31 hari, sementara lewat Jakarta 23 hari. Ini kan membantu time to market lebih cepat,” katanya, seusai mendampingi Presiden Joko Widodo melepas ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (15/5/2018).

Kapal CMA CGM Tage memiliki kapasitas sekitar 10.000 TEUs. Kapal berbobot 95.263 GT (Gross Tonnage) dengan ukuran panjang 300 meter ini merupakan satu dari beberapa kapal raksasa yang kini secara rutin berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Selain kapal CMA CGM Tage ada beberapa kapal besar (mother vessel) yang rutin berlabuh di Tanjung Priok seperti generasi Post-Panamax APL Salalah dan Vessel Pelleas.

Ada juga kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10.000 TEUs dengan bobot hampir 130 ribu GT, dan panjangnya mencapai 347 meter. Rute layanan langsung atau direct-call yang ditawarkan antara lain tujuan Eropa Utara, pantai barat Amerika Serikat, dan Intra-Asia.

Selain soal waktu, Airlangga juga menyebut efisiensi terjadi dari sisi biaya logistik. Setiap kontainernya dapat menghemat hingga US$300, jika dibandingkan dengan perjalanan melalui Singapura.

Pada pengiriman kali ini, volume ekspornya sebesar 4.300 TEUs. Produk yang diekspor bukanlah komoditas mentah, tetapi produk hasil produksi Tanah Air. Produk yang dibawa oleh CMA CGM Tage ini, a.l produk alas kaki sebanyak 50%, produk garmen 15%, ban dan turunannya 10% dan lainnya.

Total nilai ekspor yang dibawa kapal ini ke pelabuhan Los Angeles senilai US$11,98 juta. Sementara itu, perusahaan pengekspor yang terlibat dalam pengiriman kali ini, yakni PT Buma Apparel Industry, PT Dilmoni Citra Mebel Indonesia, PT Multistrada Arah Sarana Tbk., PT JVC Electronics Indonesia dan lainnya.

“Kita dengan AS tren perdagangannya nya positif, dan naik terus. Direct call nanti akan didorong kalau ekonomi Indonesia-Amerika bisa melakukan early harvest, mereka produksi kapas dan gandum, dan bisa dibarter dengan produk sepatu ataupun tekstil,” tambahnya.

Selain ke Amerika Serikat, rute langsung juga dapat dilakukan ke Eropa (Roterdam), tergantung perkembangan produk ekspor yang dibutuhkan.

 

Tag : ekspor, airlangga hartarto
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top