Presiden Jokowi: Jaga Keluarga Kita dari Paham Radikalisme

Presiden Joko Widodo mengingatkan lagi untuk menjaga lingkungan masing-masing terhadap bahaya pengaruh paham radikalisme.
Amanda Kusumawardhani | 14 Mei 2018 12:55 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers menyusul aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018). Presiden menyebut tindakan itu sebagai biadab, tidak bermartabat dan pengecut. - Bisnis/Yodie Hardiyan

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo mengingatkan lagi untuk menjaga lingkungan masing-masing terhadap bahaya pengaruh paham radikalisme.

Komitmen Jokowi tersebut mengacu pada aksi penyerangan di Mako Brimob dan peledakan sejumlah fasilitas umum di Surabaya dalam beberapa waktu terakhir yang melibatkan pelaku berpaham radikalisme.

Tak cukup dengan itu, bahkan aksi para pelaku peledakan di Surabaya melibatkan keluarganya, yaitu istri dan anak-anaknya untuk melakukan aksi teror.

“Kemarin saya liat langsung pelaku bom yang ada di tiga lokasi Surabaya. Dua anak kecil perempuan umur 9 tahun dan 12 tahun. Diberi sabuk bom, diantar ayahnya dan turun dan ibunya meledak di depan gereja,” katanya saat memberikan sambutan pada Penutupan Kongres Luar Biasa Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Senin (14/5/2018).

Jokowi menambahkan pelaku yang sama juga mengajak dua anak laki-lakinya untuk melakukan pengeboman di gereja lainnya di Surabaya.

Pelibatan keluarga hingga anak-anak di bawah umur memang merupakan modus baru bagi aksi terorisme belakangan ini.

Modus tersebut pun membuat Presiden menyerukan pentingnya untuk menjaga lingkungan sekitar, terutama keluarga, untuk menjauhi paham-paham radikalisme.

“Mari kita bersama sama menyadarkan masyarakat betapa radikalisme terorisme menjadi musuh kita bersama dan mari kita bersama menjaga lingkungan masing masing jangan sampai pengaruh radikalisme terorisme masuk ke pihak kita,” tekannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (14/5/2018), terjadi peledakan dengan waktu yang hampir bersamaan di tiga gereja di Surabaya yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta Jalan Arjuna, dan Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro. Aksi peledakan ini dilakukan oleh satu keluarga yang melibatkan suami, istri, dan empat orang anak.

Pada Minggu malam, dilaporkan juga terjadi peledakan di Rusunawa Wonocolo Surabaya. Ledakan yang berdekatan dengan Polsek Taman, Sidoarjo ini dilakukan oleh satu keluarga.

Menyusul ledakan pada Minggu, pada Senin pagi (14/5/2018), sebuah ledakan terjadi di Polrestabes Surabaya yang juga melibatkan pelaku dengan anak perempuan.

Tag : jokowi, bom
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top