Pemilu Timor Timur Upayakan Solusi Kebuntuan Politik dalam Parlemen

Bisnis.com, DILI -- Ribuan warga Timor Leste berbaris untuk memberikan suara dalam pemilihan umum pada Sabtu (12/5/2018), dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan politik yang telah berlangsung selama beberapa bulan di parlemen negara tersebut.
Nirmala Aninda | 12 Mei 2018 12:28 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, DILI -- Ribuan warga Timor Leste berbaris untuk memberikan suara dalam pemilihan umum pada Sabtu (12/5/2018), dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan politik yang telah berlangsung selama beberapa bulan di parlemen negara tersebut.

Kampanye pemilu yang berlangsung pada bulan ini telah dirusak oleh kekerasan sporadis, padahal kondisi di Timor Timur sudah cukup damai dan kondusif dalam beberapa tahun terakhir setelah ketidakstabilan politik yang berulang kali melanda sejak 2002.

Pemilihan parlemen pada 2017 tidak menghasilkan pemenang yang jelas dengan Partai Fretilin yang mengusung Perdana Menteri Mari Alkatiri memenangkan hanya 0,2% suara lebih banyak daripada Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT), partai pahlawan kemerdekaan Xanana Gusmao.

Presiden Timor Leste Francisco "Lu Olo" Guterres membubarkan parlemen awal tahun ini dan menyerukan pemilihan baru, pemilihan parlemen kelima sejak kemerdekaan dari Indonesia pada 2002.

Dilansir melalui Reuters, Mantan presiden Gusmao memberikan suara di ibu kota Dili ketika jajak pendapat dibuka pada pukul 07:00 (2200 GMT).

"Menurut saya, (pemilihan ini) akan berarti akhir dari kebuntuan ini," katanya kepada wartawan.

"Kami hanya akan menerima hasilnya jika kami melihat bahwa tidak ada kejanggalan, tidak ada kecurangan pemilu," tambahnya.

Sebagai demokrasi termuda di Asia, Timor Timur telah berjuang untuk mengurangi kemiskinan, memberantas korupsi dan mengembangkan sumber daya minyak dan gas yang kaya.

Sektor energi menyumbang sekitar 60% dari PDB pada tahun 2014 dan lebih dari 90% dari pendapatan pemerintah.

Calon dalam pemilihan kali ini telah berkampanye tentang janji untuk mengembangkan pendidikan dan kesehatan dan meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata.

Jajak pendapat tutup pukul 15:00 waktu setempat dan hasil tidak resmi diharapkan dapat dipublikasi pada sore hari. Hasil resmi kemungkinan akan diumumkan pekan depan.

Lebih dari 700.000 warga Timor Timur terdaftar untuk memilih, dengan luas lahan yang sedikit lebih kecil dari Hawaii, Timor Timur dan merupakan rumah bagi 1,2 juta orang.

Bekas koloni Portugis tersebut diserbu oleh negara tetangga, Indonesia pada tahun 1975.

Gerakan perlawanan selama 24 tahun yang sering berakhir dengan kekerasan kekerasan, berhasil membawa Timor Timur menuju kemerdekaan pada tahun 2002 dan banyak tokoh-tokoh utamanya masih menonjol dalam memimpin negara.

Anggota militer dan polisi memberontak pada tahun 2006.

Tag : pemilu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top