KABAR GLOBAL 27 APRIL: Kala Kim Jong-un Melunak, Geopolitik Sokong Harga Minyak

Berita mengenai Konferensi Tingkat Tinggi Korut-Korsel serta faktor geopolitik yang memperkuat harga minyak menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (27/4/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 27 April 2018 09:11 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in karena keduanya tiba untuk pertemuan antar-Korea di desa gencatan senjata Panmunjom, dalam bingkai masih diambil dari video, Korea Selatan 27 April 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai Konferensi Tingkat Tinggi Korut-Korsel serta faktor geopolitik  yang memperkuat harga minyak menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (27/4/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Kala Kim Jong-un Mulai Melunak. Hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi wilayah Semenanjung Korea, seiring digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Geopolitik Perkuat Harga Minyak. Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Kamis (26/4), terdorong ekspektasi bahwa Amerika Serikat akan kembali memberlakukan sanksi ke Iran. Selain itu, produksi di Venezuela susut dan permintaan pasar Asia semakin tinggi. (Bisnis Indonesia)

Eropa Pantau Tarif Impor. Uni Eropa memantau efek kebijakan Amerika Serikat (AS) menaikkan tarif impor aluminium apakah menyebabkan lonjakan pengiriman logam ke Eropa atau tidak. Data yang dikumpulkan digunakan membuat keputusan apakah perlu mengambil tindakan seperti membatasi impor. (Kontan)

Bisnis Cip Menopang Kinerja Samsung Electronics. Raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung Elektronics Co Ltd, masih bisa menikmati laba besar kendati bisnis telepon pintar atau smartphone tengah melambat. Bisnis semikonduktor yang memiliki banyak permintaan di pasar menyelamatkan kinerja Samsung. (Kontan)

Ekonomi Korsel Bangkit. Perekonomian Korea Selatan kembali bangkit di kuartal I-2018. Kebangkitan ekonomi Korsel antara lain didukung booming ekspor cip memori dan kenaikan belanja pemerintah, meskipun konsumsi swasta lamban. (Kontan)

Giliran Huawei Tersandung Hukum AS. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memeriksa Huawei Technologies Co terkait kemungkinan pelanggaran kesepakatan pasca kejadian pengiriman barang secara ilegal ke Iran. Agen dari Biro Investigasi Federal yang diawasi Departemen Kehakiman telah menyelidiki transaksi Huawei, raksasa telekomunikasi dan ponsel asal China untuk penyelidikan tersebut. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top