Sosok di Balik Hari Bumi

Tiap tahun, pada 22 April di seluruh dunia dihelat Hari Bumi. Peringatan rupanya ini tak lepas dari gerakan lingkungan modern yang lahir pada era 1970-an.
Dika Irawan | 25 April 2018 13:33 WIB
Populasi Sampah Plastik Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Tiap tahun, pada 22 April di seluruh dunia dihelat Hari Bumi. Peringatan rupanya ini tak lepas dari gerakan lingkungan modern yang lahir pada era 1970-an.

Pada saat itu, masyarakat Amerika harus menghirup udara yang tercemar dari polusi kendaraan. Industri mengeluarkan asap dan lumpur dengan sedikit ketakutan konsekuensi hukum. Dengan kata lain, polusi udara biasanya diterima sebagai bau dari kemakmuran.

Meski sebagian besar masyarakat Amerika tidak menyadari persoalan lingkungan, tetapi kesadaran terhadap masalah itu mengemuka. Seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin Gaylord Nelson berinisiatif menyelamatkan bumi dari krisis lingkungan. Terlebih setelah dia  menyaksikan kerusakan lingkungan akibat tumpahan minyak besar-besaran pada 1969 di Santa Barbara. Demikian dilansir dari laman earthday.com.

Terinspirasi dari gerakan anti perang, Nelson menggagas gerakan kesadaran publik tentang lingkungan terutama terkait polusi udara dan air. Dengan cara itu, harapan Nelson, persoalan lingkungan akan masuk dalam agenda politik nasional.

Senator Nelson mengumumkan gagasan nasional mengenai lingkungan membujuk rekannya Pete McCloskey dari partai republik untuk mendukung gagasannya. Tak cukup sampai di situ, dia pun merekrut Denis Hayes dari Harvard sebagai koodrintaor nasional. Hayes kemudian mengkoordinir 85 staf untuk memperomosikan gagasan ini ke seluruh AS. Pada 22 April dipilih tanggalnya.

Pada hari itu, 20 juta orang Amerika turun ke jalan, taman, dan auditorium  berunjuk rasa demi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Ribuan mahasiswa mengorganisir protes terhadap persoalan lingkungna. Kelompok-kelompok ini berjuang melawan tumpahan minyak, pabrik-pabrik yang mencemari dan pembangkit listrik, limbah mentah, pembuangan racun, pestisida, jalan bebas hambatan, hilangnya hutan belantara, dan kepunahan satwa liar.

Hari Bumi 1970 akhirnya disepakati setelah mendapat dukungan dari Partai Republik dan Demokrat, seluruh lapisan masyarakat Amerika Serikat. Pada akhir tahun itu, Hari Bumi pertama mendorong terciptanya Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat dan bergulirnya Undang-Undang Air Bersih, Air Bersih, dan Spesies Terancam Punah. "Hal itu adalah pertaruhan, tetapi itu berhasil," kata Gaylord Nelson.

Jelang 1990, sekelompok pemimpin lingkungan meminta Denis Hayes untuk mengatur kampanye besar lainnya. Kali ini, Hari Bumi menjadi global, memobilisasi 200 juta orang di 141 negara dan mengangkat isu lingkungan ke panggung dunia. Hari Bumi 1990 memberikan dorongan besar di seluruh dunia dan membantu membuka jalan bagi KTT Bumi PBB 1992 di Rio de Janeiro.

Hal ini juga mendorong Presiden Bill Clinton untuk memberikan Senator Nelson Presidential Medal of Freedom (1995) - penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga sipil di Amerika Serikat - untuk perannya sebagai pendiri Hari Bumi.

Tag : sampah
Editor : Gajah Kusumo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top