Rencana Pertemuan SBY-Sohibul, Demokrat Belum Bersikap: Ke Jokowi, ke Prabowo atau Poros III

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman sebagai satu pertemuan yang wajar saja sebagai sesama pemimpin partai.
John Andhi Oktaveri | 23 April 2018 20:51 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (8/5). - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.copm, JAKARTA—Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman sebagai satu pertemuan yang wajar saja sebagai sesama pemimpin partai.

Menurutnya, Partai Demokrat pernah berkoalisi dengam PKS. Hanya saja dia tidak mau berkomentar apakah pertemuan tersebut juga merupakan sinyal bahwa Demokrat akan berkoalisi dengan PKS pada Pilpres 2019.

Menurutnya, hingga kini Partai Demokrat masih menjajaki segala kemungkinan menjelang Pilpres 2019. Nurhayati pun mengindikasikan partainya tidak akan buru-buru dalam menentukan pilihan, akan merapat ke koalisi pendukung Presiden Joko Widodo, Prabowo, atau membentuk poros ketiga.

"Seperti saya tekankan di tahun politik semua ada penjajakan, apalagi komunikasi politik. Untuk itu kami masih melakukan komunikasi politik," ujar Nurhayati hari ini, Senin (23/4/2018).

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengungkapkan dirinya akan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam waktu dekat. Keduanya bertemu untuk membicarakan kemungkinan munculnya poros ketiga dalam Pilpres 2019.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan bahwa idealnya muncul lebih dari satu atau dua pasangan capres-cawapres pada Pemilu 2019. Jika hanya ada dua pasangan calon, kata Sohibul, maka kekhawatiran timbulnya segregasi sosial akan semakin besar.

Akankah Terbentuk Pasangan Jokowi-AHY?

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyatakan Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Joko Widodo bila ada sebagian pihak mendukung duet Jokowi dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Herman, AHY terus bersafari keliling Indonesia untuk bersilaturahmi dengan berbagai kalangan seperti ulama, petani, nelayan, dan generasi milenial.

"Kalau ditanya apakah AHY cocok ya tergantung Jokowi," kata Herman. Dia pun mengapresiasi publik yang setuju dengan duet Jokowi-AHY.

Bagaimana pun, lanjut Herman, pihaknya sampai sekarang terus memantau dinamika yang terjadi. “Pasalnya, kondisi politik masih cair dan dinamikanya terus berlangsung,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sby, capres

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top