Korut Inginkan Denuklirisasi Tanpa Syarat

Korea Utara (Korut) menyatakan keinginannya untuk melakukan denuklirisasi tanpa syarat secara menyeluruh di Semenanjung Korea sebagimana dikutip Theguardian.com, Juat (20/4/2018).
John Andhi Oktaveri | 20 April 2018 10:30 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara dengan delegasi Korea Selatan yang dipimpin oleh Chung Eui-yong di Pyongyang, Korea Utara, 6 Maret 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara (Korut) menyatakan keinginannya untuk melakukan denuklirisasi tanpa syarat secara menyeluruh di Semenanjung Korea sebagimana dikutip Theguardian.com, Juat (20/4/2018).

Pernyataan itu, meski belum dikonfirmasi pihak Korut, muncul sebelum pertemuan tingkat tinggi di antara para pemimpin kedua negara pada 27 April mendatang. Salah satu syarat yang tidak dituntut oleh Korut adalah penarikan pasukan AS, menurut Presiden Korea Selatan.

Pertemuan kedua kepala negara itu akan disusul dengan pertemuan puncak antara pemimpin Korut dengan Presiden AS, Donald Trump.

Trump menyatakan bahwa dia siap untuk bertemu Kim dalam beberapa pekan ke depan. Akan tetapi dia juga menimpali bahwa kalau pertemuan itu tidak menghasilkan sesuatu yang bermamfaat maka dia siap untuk hengkang.

Pertanyaan kunci pada setiap pertemuan Trump dan Kim adalah apakah Korut serius atau tidak soal perlucutan senjata nuklirnya. Begitu juga dengan apa yang dia inginkan dari AS.

Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan kepada wartawan bahwa Korut tidak memberikan persyaratan yang tidak bisa diterima oleh AS, termasuk penarikan pasukan AS dari Korsel.

Semua yang mereka inginkan adalah berakhirnya kebijakan yang mengerikan atas Korut yang diikuti dengan jaminan keamanan.

Robert Wood, utusan khusus AS untuk konferesni perlucutan senjata di PBB, menyatakan negaranya ingin mempertahnkan tekanan maksimal untuk meyakinkan Korut dengan program denuklirisasi.

Dalam satu konferensi pers kemarin, menjelang pertemuan soal prolifikasi nuklir pekan depan, Wood mengatakan AS menyambut baik keinginan Pyongyang untuk membahas soal denuklriasi.

Dia juga menyebut pertemuan tingkat tinggi antara Korut dan AS pada awal Juni merupakan momen paling penting.

Sementara itu, Uni Eropa menerapkan larangan perjalanan bagi warganya ke Korut dan membekukan aset empat orang yang diduga melakukan kejahatan praktik keuangan untuk memperlancar program senjata Korea Utara. Akan tetapi, Uni Eropa tidak mengidentifikasi nama-nama mereka yang asetnya dibekukan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korut, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top