PILPRES 2019 : Muhaimin Siap Patah Hati Jika Ditolak Jokowi

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku siap patah jika tidak dipilih menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres Jokowi).
Newswire | 18 April 2018 09:54 WIB
Warga Nahdliyin mengikuti deklarasi dukungan untuk Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) maju di Pilpres 2019, di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/2/2018). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku siap patah jika tidak dipilih menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres Jokowi).

Menurut Muhaimin, langkahnya maju ini sebagai fardu kifayah (kewajiban). Ia siap berkomunikasi dengan para kiai jika tak terpilih lagi.

"Saya ini maju karena perintah para kiai, perintah warga NU (Nahdatul Ulama) yang tentu menjadi kewajiban saya untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Kalau tidak saya laksanakan dengan sungguh-sungguh, termasuk melawan kefarduan kifayah saya," ujar Cak Imin di Semarang, Selasa (17/4/2018).

Namun, jika Presiden Jokowi tak memilihnya menjadi wakil dalam perhelatan Pilpres 2019, Muhaimin mengaku siap patah hati.

"Tentu pertama patah hati ya. Orang patah hati pasti masuk kamar dulu, kunci kamar rapat-rapat, namanya patah hati ya. Kalau sudah sembuh dari patah hati, akan bicara lagi," ucap dia.

Muhaimin tak menampik, Jokowi akan berkomunikasi juga dengan sejumlah ketua partai yang juga digadang menjadi cawapres. Salah satunya adalah Ketua Umum PPP, Roharmuziy atau Romi. Pekan lalu, Romi mengklaim bicara intens dengan Jokowi untuk mmebicarakan cawapres.

Namun, menurut Muhaimin, Jokowi juga cukup intens membicarakan hal serupa dengan dirinya. Termasuk langkah-langkah membicarakan pemenangan pilpres.

"Sering kita komunikasi dengan beliau (Jokowi). Hampir setiap saat kalau ada perkembangan penting kita diskusi dengan beliau," ujar Cak Imin.

Keseriusannya mengajukan diri sebagai Cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019 ditunjukkan dengan memiliki visi misi, serta pendeklarasiannya di berbagai posko Jokowi-Cak Imin (Join). Posko tersebutlah yang kemudian akan menyosialisasikan keseriusannya maju mendampingi Jokowi.

Di Posko Join, Cak Imin juga menjelaskan makna warna posko yang identik dengan warga merah, putih, dan hijau. Ia memaknakan jika Jokowi dari PDIP memiliki identitas merah, maka Cak Imin dengan PKB adalah putih. Merah- putih diartikan warna yang tegak untuk Indonesia yang bangga akan kebhinekaannya.

Merah selain berani juga mumpuni, dan putih merupakan PKB yang mayoritas dari kalangan santri.

Visi-misi yang diusung pun sejalan dengan Jokowi. Cak Imin menjelaskan, pertama yakni untuk persatuan dan kesatuan bangsa melalui nilai nilai keagamaan. Semangat untuk revolusi mental menjadi konkret dalam kehidupan tatanan bermasyarakat, sehingga revolusi mental bukan hanya slogan, tetapi menjadi satu program kerja nyata yang dirasakan.

"Selain itu juga ekonomi kerakyatan. Semangat Bung Karno soal kemandirian, semangat Gus Dur yang kemanusiaan, sehingga sistem ekonomi yang Sudur (Soekarno-Gusdur)," tandas Muhaimin Iskandar .

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup