Mahasiswa Undip Didorong Rintis Startup Industri Makanan

Perum Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo mengajak mahasiswa mengembangkan startup bidang industri pangan untuk mendukung program ketahanan pangan.
Newswire | 17 April 2018 16:06 WIB

Bisnis.com, SEMARANG - Perum Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo mengajak mahasiswa mengembangkan startup bidang industri pangan untuk mendukung program ketahanan pangan.

"Ini baru kami adakan kali pertama untuk mengembangkan salah satu aplikasi bisnis menyasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto.

Hal tersebut diungkapkannya di sela Roadshow Jamkrindo Startup Challenge 2018 yang berlangsung di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (17//2018).

Roadshow di Undip Semarang itu, sambungnya, merupakan yang kedua setelah di Code Margonda, Depok (4/4), dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (18/4), Surabaya, dan Jakarta.

Randi menjelaskan bahwa  kampus, terutama mahasiswa perlu didorong untuk berinovasi mengembangkan bisnis agar nantinya tidak bergantung pada pemerintah dalam mencari pekerjaan.

"Kalau startup-nya berhasil, mereka justru bisa menciptakan lapangan kerja. Kami sudah bekerja sama juga dengan dua lembaga financial technology (fintech), yakni Amartha dan Investree."

Artinya, kata dia, terjadi keberlanjutan pembiayaan kredit untuk startup industri makanan yang dikembangkan, dan tidak hanya mahasiswa, melainkan dari peserta yang dijaring terbuka.

"Sampai saat ini, sudah ada 79 pendaftar Jamkrindo Startup Challenge 2018. Hanya saja, yang sudah melengkapi berkas-berkas persyaratan sekitar 29 peserta. Ini masih terus bertambah," katanya.

Industri makanan, sambungnya, dipilih sebagai tema penyelenggaraan perdana kompetisi startup itu karena untuk menyinkronkan dengan program pemerintah terkait dengan ketahanan pangan.

"Industri makanan kan luas sekali. Yang punya startup pengolahan bahan pangan, bisa juga ikut. Namun, hanya kalangan UMKM yang boleh ikut, bukan korporasi besar," jelasnya.

Untuk penilaian pemenang, kata dia, antara lain didasarkan dari prospek bisnisnya, inovasi, hingga kemampuan berakselerasi secara cepat yang nantinya akan dinilai oleh evaluator eksternal.

"Hadiahnya senilai Rp300 juta yang akan diberikan kepada tiga startup pemenang. Kami sudah buka registrasi online, nanti diseleksi masuk semi final, kemudian bersaing di final," kata Randi.

Sementara itu, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengapresiasi kompetisi startup yang digelar Jamkrindo untuk mendorong semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, utamanya mahasiswa.

"Kerja itu tidak harus jadi anak buah. Namun, kami justru dorong jadi pemimpin-pemimpin di bidang wiraswasta. Hasilnya justru lebih banyak," kata Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu.

Tag : StartUp
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top