Kekhawatiran Penggunaan Privasi Data oleh Facebook Terus Meluas

Kekhawatiran tentang kurangnya perhatian Facebook Inc. terhadap privasi data semakin melebar, setelah Direktur Utama Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa jaringan sosial terbesar di dunia tersebut juga dapat melacak semua orang baik yang memiliki akun atau pun tidak
M. Richard | 16 April 2018 17:34 WIB
Ilustrasi Facebook. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Kabar24.com, JAKARTA - Kekhawatiran tentang kurangnya perhatian Facebook Inc. terhadap privasi data semakin melebar, setelah Direktur Utama Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa jaringan sosial terbesar di dunia tersebut juga dapat melacak semua orang baik yang memiliki akun atau pun tidak.

Akhir-akhir ini, kekhawatiran terkait privasi telah menenggelamkan Facebook. Informasi tentang jutaan pengguna berakhir di tangan konsultan politik Cambridge Analytica, sebuah perusahaan yang juga telah menghitung kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump 2016.

Saat diinterogasi oleh Senator AS Ben Lujan, Rabu (11/4) pekan lalu, Zuckerberg mengatakan tindakannya tersebut dilakukan untuk alasan keamanan, pihaknya juga mengumpulkan data orang-orang yang belum mendaftar Facebook.

Pembuat undang-undang dan pendukung privasi dengan cepat memprotes tindakan tersebut, banyak orang mengatakan bahwa Facebook perlu mengembangkan suatu aplikasi agar non-pengguna juga bisa mengetahui apa yang facebook ketahui tentang mereka.

"Kita harus memperbaikinya," kata Perwakilan Lujan, seorang Demokrat, mengatakan kepada Zuckerberg, seperti dikutip Reuters, Senin (16/4).

Ungkapan tersebut diserukan agar Facebook menghentikan langkah yang tidak legal dalam kemapuannya yang hanya menargetkan untuk kepentingan iklan semata.

Sementara itu, Zuckerberg tidak merespon, dan pada akhir pekan lalu, Jumat (13/4) Facebook mengatakan tidak memiliki rencana untuk membangun alat seperti itu.

Banyak kritik mengatakan, bahwa Zuckerberg belum mengatakan banyak hal tentang sejauh mana penggunaan data tersebut. "Tidak jelas apa yang dilakukan Facebook dengan informasi itu," kata Wakil Presiden untuk Kebijakan di Center for Democracy & Technology Chris Calabrese.

Facebook mendapatkan beberapa data tentang non-pengguna dari orang-orang di jaringannya, seperti ketika pengguna mengunggah alamat email teman. Sementara itu, informasi lain berasal dari ‘cookies’, file-file kecil yang disimpan melalui browser, dan informasi tersebut digunakan oleh Facebook dan orang lain untuk melacak orang-orang di internet, kadang-kadang untuk menargetkan mereka dengan iklan.

"Pengumpulan data semacam ini sangat penting untuk cara kerja internet," kata Facebook dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Ketika ditanya apakah orang-orang dapat memilih untuk keluar dari Facebook, Zuckerberg menjawab ada hal-hal dasar yang dapat dilakukan untuk membatasi penggunaan informasi untuk iklan, seperti menggunakan browser atau pengaturan perangkat untuk menghapus cookies.

“Ini akan berlaku untuk layanan lain di luar Facebook karena, sebagaimana disebutkan, itu adalah standar untuk cara kerja internet,” ungkapnya.

Tag : facebook
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top