Begini Perkembangan Papua Setelah 9 Kali Disambangi Jokowi

"Sore hari ini hitungan saya, saya sudah sembilan kali ke Papua tapi Pak Gubernur tadi delapan kali yang bener yang mana gak tau saya, kata Jokowi yang langsung disambut oleh riuh tepuk tangan di Kabupaten Jayapura.
Amanda Kusumawardhani | 15 April 2018 12:13 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kedua kanan) mengunjungi pembangunan jalan program padat karya tunai di Kampung Kokoda, Distrik Sorong Manoi, Sorong, Papua Barat, Jumat (13/4/2018). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA -- "Hitungan saya, saya sudah sembilan kali ke Papua." Pernyataan itu ditegaskannya ketika mendengar sambutan Plt Gubernur Papua Sudarmo yang menyebutkan bahwa kedatangan Presiden Joko Widodo pada Rabu (11/4) merupakan kunjungannya kedelapan kalinya.

“Sore hari ini hitungan saya, saya sudah sembilan kali ke Papua tapi Pak Gubernur tadi delapan kali yang bener yang mana gak tau saya,” katanya yang langsung disambut oleh riuh tepuk tangan di Kabupaten Jayapura.

Jika dirinci, kunjungannya pertama kali ke Tanah Papua pada 27-29 Desember 2014, disusul pada 8-11 Mei 2015, lalu ketiga kalinya pada 29 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016, keempat pada 29-30 April 2016, kelima pada 17-18 Oktober 2016, keenam pada 9-10 Mei 2017, ketujuh pada 20-22 Desember 2017, dan kedelapan pada 11-13 April 2018.

Meskipun penegasan Jokowi saat itu sedikit keliru karena kali itu merupakan kunjungan ke delapan kalinya sejak ia menjabat 20 Oktober 2014, tetapi dia menjadi Presiden pertama di Indonesia yang paling sering menginjakkan kaki di wilayah paling timur Indonesia ini.

Saat itu, sama seperti Jokowi ketika kunjungan kerja ke luar kota, agenda kerja selalu berkutat pada penyerahan sertifikat tanah, atau penyerahan Kartu Indonesia Sehat hingga Kartu Indonesia Pintar. Kali ini, dalam kunjungannya ke Papua, Presiden mengawali kunjungannya di Komplek Bupati Gunung Merah, Sentani, Papua, dengan membagikan sebanyak 3.331 sertifikat tanah.

Namun, di tengah agenda rutinnya ke luar kota, kunjungan kerjanya kali ini memang terasa istimewa. Tidak hanya karena kunjungannya dilakukan setelah merebaknya kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang menimpa penduduk Suku Asmat, kedatangan Presiden juga terkait dengan pengembangan infrastruktur di Papua.

Seperti yang tersiar di sejumlah media massa, Presiden memang dijadwalkan mengunjungi masyarakat suku Asmat untuk meninjau perkembangan pasca KLB campak dan gizi buruk, serta meninjau pembangunan Jembatan Holtekamp.

“Ini [Jembatan Holtekamp] menghubungkan Kota Jayapura, terutama dengan pos lintas batas di Skouw. Jembatan bisa memperpendek jarak dari dulunya 2,5 jam sekarang bisa ditempuh 1 jam," kata Jokowi.

Jembatan sepanjang 732 meter ini berada di atas Teluk Youtefa dan menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua. Saat ini, progres pembangunan jembatan sudah mencapai 80% dan diharapkan dapat rampung pada September 2018.

"Ini Jembatan Holtekamp yang kita kalau ingat semua dimulai Mei 2015 dan kita harapkan nanti akhir tahun 2018 sudah selesai dan dengan panjang jembatan 732 meter dan tambah bentangan kanan kiri jalan 7.800 meter. Saya kira ini menjadi jembatan yang paling panjang," ujar Presiden.

Untuk diingat, pembangunan infrastruktur di Papua, melalui trans Papua, merupakan salah satu janji Jokowi ketika masih menjadi Calon Presiden periode 2014-2019. Janji kampanyenya memang tidak muluk karena pembangunan Trans Papua bukanlah sebuah rencana baru karena proyek ini sudah dicanangkan sejak Orde Baru.

BERBELANJA
Selain meninjau pembangunan infrastruktur di Papua, agenda Jokowi berlanjut mengunjungi pasar tradisional yang bernama ‘Pasar Mama-mama Papua’ di Kota Jayapura. Kunjungan Jokowi ke pasar tradisional memang selalu menjadi agenda utama ketika menjabat menjadi Presiden sejak 2014.

Hal itu tidak terlepas dari pernyataan Presiden Jokowi bahwa denyut nadi perekonomian daerah salah satunya dapat dilihat dari aktivitas di pasar-pasar rakyat. Sayangnya, dia mengungkapkan masih banyaknya pasar rakyat atau tradisional yang tampak tidak tertata dan terjaga kebersihan serta kualitas bangunannya.

"Sehingga masyarakat atau pelanggan lebih senang datang ke retail modern, ke supermarket, ke pasar modern, ke mall-mall," ia menambahkan.

Ketika Jokowi datang, para pedagang pasar yang kebanyakan wanita tersebut menyambut Presiden dengan teriakan riuh khas Papua, Rabu (11/4/2018). Tak hanya meninjau, Jokowi dengan Ibu Negara Iriana sempat berbelanja sayuran dan buah-buahan antara lain jambu air,tomat, cabai, keladi, ubi jalar, dan madu.

Kunjungan Jokowi ke Pasar Mama-mama di Papua ini merupakan kedua kalinya sejak tinjauan perdananya yakni pada 10 Mei 2017. Pembangunan pasar bagi Mama-Mama Papua ini merupakan bagian dari Program Nawacita Jokowi dan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia khususnya para pedagang tradisional.

Groundbreaking pasar ini dilakukan oleh Jokowi pada 30 April 2016. Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 2.400 meter persegi ini didesain menjadi pasar semi modern dengan empat lantai ditambah satu lantai mezzanine yang antara lain terdiri dari pasar basah, pasar kering, pasar cinderamata, ruang pelatihan, dan lain-lain.

TAMPIL UNIK

Dalam setiap kesempatan, Joko Widodo selalu menjadi sumber perhatian. Bukan karena statusnya sebagai seorang Presiden ke-7 saja, tetapi juga soal selera berpakaiannya dan hobinya yang memiliki simbol unik.

Tak terkecuali ketika kunjungannya kali ini ke Papua, Joko Widodo sempat terlihat memakai sepatu sport dengan brand ‘S’ ketika meninjau Jembatan Holtekamp. Pada agenda selanjutnya, Jokowi nekat menembus hujan dengan mengendarai motor listrik saat berkunjung Kabupaten Asmat di Papua. Tampak santai, Ibu Negara Iriana juga terlihat dibonceng Jokowi dengan sepeda motor berwarna merah tersebut.

Yang patut disimak, kegemaran Jokowi lainnya adalah membagikan hadiah di setiap kunjungannya ke seluruh Indonesia, termasuk di Papua. Entah itu buku tulis, buku pelajaran, buku cerita, atau sebuah kaos yang dibagikan, hal itu membuat puluhan warga rela menunggu dan menyapa rombongan Jokowi di setiap kunjungannya.

Rombongan pelajar dengan seragam khas putih merah juga terlihat berbaris rapi sambil mengibarkan bendera merah putih berharap cemas untuk mendapatkan ‘hadiah kecil’ dari Presiden Jokowi.

Yang pasti, kunjungan Jokowi ke Papua kali ini bukanlah sebuah kado kecil bagi masyarakat Papua yang lelah menanti banyak janji yang tak kunjung direalisasikan untuk kesejahteraan masyarakat. Di tengah kesenjangan antar wilayah-wilayah di Indonesia, terutama di Papua, komitmen Jokowi untuk melakukan percepatan pembangunan Papua memang patut diapresiasi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, papua

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top