Assad Tinggalkan Damaskus, Mengungsi ke Bunker Pasukan Rusia

Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan keluar dari kota Damaskus dan bersembunyi di sebuah bunker milik Rusia guna menghindari kemungkinan serangan rudal.
John Andhi Oktaveri | 13 April 2018 10:15 WIB
Presiden Suriah Bashar al-Assad - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan keluar dari kota Damaskus dan bersembunyi di sebuah bunker milik Rusia guna menghindari kemungkinan serangan rudal.

Assad tidak menggunakan telepon seluler di bunker yang tidak memiliki jendela tersebut. Sementara itu para ahli mliternya tengah menyusun strategi untuk menghadapi serangan AS dan negara Barat yang menuduhnya menggunakan senjata kimia dalam menghadapi kelompok pemberontak.

Para menteri kabinet Inggris setuju untuk mengambil tindakan terhadap rezim Assad. Akan tetapi Jerman menolak untuk ikut bergabung. 

Ratusan orang menggelar aksi protes di depan kantor perdana menteri Inggris. Mereka menolak penggunaan serangan militer ke negara tersebut.

Diperkirakan gudang senjata kimia akan menjadi target serangan udara yang akan dipimpin oleh Amerika Serikat. Akan tetapi pangkalan militer, markas intelijen dan aset milik Assad dan kerabatnya tidak akan menjadi sasaran serangan.

Tadi malam ada laporan Assad telah meninggalkan Damaskus dalam sebuah konvoi kendaraan militer Rusia.

The Baghdad Post menyatakan melihat foto Assad tengah berada di dalam bunker di pangkalan militer Khmeimim di pantai barat Suriah sebagaimana dikutip Mirror.co.uk, Jumat (13/4).

Untuk menghindari pelacakan atas lokasi keberadaannya Assad tidak diperbolehkan menggunakan telepon selular, menurut harian itu.

Satu sumber intelijen menyebutkan "Serangan militer pada 2017 denga target gudang senjata kimia Assad tidak memberikan dampak berarti”. 

Tag : suriah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top