Rencana Serangan ke Suriah, Merkel: Jerman tak Ikut

Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan negaranya tidak akan melibatkan militer dalam merespons dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.
John Andhi Oktaveri | 13 April 2018 09:36 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan negaranya tidak akan melibatkan militer dalam merespons dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah. 

Dalam konferensi pers kemarin waktu setempat Merkel dua kali menyatakan bahwa militer Jerman 'tidak akan berpartisipasi dalam kemungkinan aksi militer' di Suriah. Akan tetapi dia  menyatakan bahwa Berlin mendukung perlunya 'mengirimkan sinyal tegas bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima.'

"Tidak melakukan apa-apa juga sulit," kata Merkel sebagaimana dikutip CNN.com, Jumat (13/4). Dia menambahkan bahwa jika Amerika Serikat, Inggris dan Prancis akan mengambil tindakan militer, Jerman hanya akan memberi bantuan non-militer.

Merkel juga mengkritik Rusia. Dia menyatakan Moskow menghambat penyelidikan penuh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) sehingga membuat negara itu tidak tampak bersikap positif. 

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas sebelumnya mengatakan baik Prancis maupun AS belum minta bantuan Jerman terkait Suriah. 

"Tapi jika kita tetap ingin menekan Rusia, mitra Barat tidak dapat memulai aksinya terpisah," kata Maas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk menyerang Suriah. Serangan itu akan dilakukan terkait dugaan penggunaan senjata kimia di Douma, Sabtu (7/4) yang menewaskan lebih dari 70 orang dan 500 lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Akan tetapi Pemerintah Presiden Bashar Al Assad membantah segala tuduhan dan Rusia menegaskan akan melindungi Suriah dari ancaman serangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top