Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Batal Berangkat Haji, Nasabah Gugat BMT Global Insani

Sejumlah nasabah Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Global Insani melakukan gugatan atas dugaan penipuan yang dilakukan BMT tersebut, yang sebelumnya menjanjikan bagi hasil keuntungan dari dana yang diinvestasikan.
Maman Abdurahman
Maman Abdurahman - Bisnis.com 11 April 2018  |  17:32 WIB
Batal Berangkat Haji, Nasabah Gugat BMT Global Insani
Sejumlah jamaah haji beraktifitas di area Masjid Nabawi, Madinah. - Istimewa/Kemenag
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON — Sejumlah nasabah Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Global Insani melakukan gugatan atas dugaan penipuan yang dilakukan BMT tersebut, yang sebelumnya menjanjikan bagi hasil keuntungan dari dana yang diinvestasikan.

Menurut keterangan dari nasabah, Global Insani menawarkan paket investasi yang hasil pembagian keuntungannya bisa diakumulasikan untuk biaya ibadah haji dan umroh. Saat menawarkan produk investasi, pihak Global Insani menerangkan bahwa dana yang dihimpun akan dikelola sebuah perusahaan ternama di Cirebon.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Bela Negara-RI yang berkantor di Kabupaten Cirebon diminta sejumlah nasabah yang mengaku telah menjadi korban. Mereka meminta agar dugaan penipuan yang dilakukan Global Insani dituntaskan hingga ranah hukum.

Ketua LBH Forum Bela Negara-RI, Ibnu Saechu mengatakan pihaknya telah mendapat puluhan laporan tentang dugaan penipuan yang dilakukan Global Insani sebuah lembaga keuangan mikro berbasis syariah yang seolah melakukan kegiatan usaha travel perjalanan umroh dan haji.

“Berkas pengaduan sejumlah nasabah telah dilimpahkan ke Polres Cirebon, dan kami masih menunggu tindaklanjutnya,” katanya, Rabu (11/04/2018).

Ibnu menuturkan beberapa hari lalu para korban melakukan pertemuan dengan pihak Global Insani akan tetapi tidak ada hasil pasti karena dari pihak Global Insani yang diwakili direksinya yakni Yuki masih meminta waktu kepada nasabah untuk pengembalian uang.

“Dana yang terhimpun di Global Insani ternyata digunakan untuk usaha jahe dan jati kebon [Jabon] yang tak membuahkan hasil karena faktor cuaca,” tuturnya.

Ketika dihubungi terpisah, Kapolres Cirebon, AKB Risto Samodra membenarkan adanya laporan dari sejumlah nasabah BMT Global Insansi dan saat ini kasusnya sedang ditangani oleh tim terpadu dari Polres Cirebon dan Polda Jabar.

“Penanganan laporan [Global Insani] dilakukan secara terpadu, untuk hal teknis silahkan ditanyakan ke penyedik dan KBO Reskrim,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umroh
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top