Presiden Jokowi : Jangan Rusak Silaturahim Dengan Perbedaan Pilihan

Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga silaturahim kebangsaan di atas kepentingan lain seperti pemilihan umum.
Newswire | 08 April 2018 17:30 WIB
Presiden Jokowi saat tiba di Desa Citarik dengan menggunakan motor Chopperland miliknya, Minggu (8/4/2018). - Bisnis/Feni Freycinetia

Kabar24.com, SUKABUMI - Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga silaturahim kebangsaan di atas kepentingan lain seperti pemilihan umum.

Presiden mengimbau jangan karena pelaksanaan pemilihan umum hubungan silaturahim rusak akibat perbedaan pendapat dan pilihan.

"Pesta demokrasi rakyat itu dilaksanakan lima tahun sekali, sehingga harus dimanfaatkan dalam mencari pemimpin yang layak memimpin. Tapi jangan karena perbedaan, silaturahim menjadi rusak," kata Jokowi sapaan akrabnya di Sukabumi, Minggu (8/4/2018).

Menurut Presiden, saat ini di beberapa daerah tengah melaksanakan tahapan pemilihan umum kepala daerah baik wali kota/bupati dan gubernur. Masyarakat harus berlomba mencari figur yang layak menjadi pemimpinnya.

Namun, lanjutnya, jangan sampai persaingan tersebut menjadi permasalahan seperti timbul perundungan atau bully, menyebar berita-berita hoax, SARA dan lainnya sehingga akibatnya kawan, sahabat atau teman bisa menjadi musuh seperti tidak bertegur sapa karena pemilu ini.

Ia mengingatkan, tahun depan pun akan kembali dilaksanakan pemilihan legislatif dan presiden, "jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan tersebut keamanan menjadi terganggu dan dampaknya terjadi perpecahan."

Presiden mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar, memiliki ribuan suku, budaya, bahasa serta pulau. "Jangan sampai karena perbedaan di pemilu menjadi terpecah belah."

"Setelah pemilu jangan menyisakan dendam dan kita harus bersatu lagi untuk memajukan bangsa ini, siapapun yang menang dan kalah harus bisa saling menghormati," tambahnya.

Di akhir pembicaraannya, Presiden Jokowi mengajak semua elemen menjaga persatuan dan kesatuan, jika ada permasalahan agar segera diselesaikan dengan lapang dada dan kepala dingin.

"Selain itu, jangan mau terprovokasi oleh oknum yang ingin memecah belah bangsa ini dan mengganggu stabilitas negara," ujarnya.

Sumber : Antara

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top