Begini Bincang Budaya ala Jokowi

Sejumlah budayawan mendatangi Istana Merdeka untuk berbincang sore bersama dengan Presiden Joko Widodo. Layaknya ketika menemui tamu kehormatan negara, Jokowi menerima kunjungan para budayawan secara formal sekaligus santai, pada hari ini, Jumat (6/4/2018)
Amanda Kusumawardhani | 06 April 2018 17:47 WIB
Presiden Joko Widodo mengadakan bincang budaya bersama sejumlah budayawan yang mendatangi Istana Merdeka Jumat sore (6/4/2018). (Amanda K Wardhani - Bisnis)

Kabar24.com, JAKARTA -- Sejumlah budayawan mendatangi Istana Merdeka untuk berbincang sore bersama dengan Presiden Joko Widodo. Layaknya ketika menemui tamu kehormatan negara, Jokowi menerima kunjungan para budayawan secara formal sekaligus santai, pada hari ini, Jumat (6/4/2018).

Adapun, sejumlah budayawan yang terlihat hadir antara lain Butet Kertaradjasa, Olga Lydia, Putu Wijaya, Nasirun, Olivia Zalianty, Radhar Panca Dahana, dan Mohamad Sobary.

Dengan menikmati suguhan kopi, para budayawan dan Jokowi berbincang santai di selasar Istana Merdeka. Bahkan, Jokowi sempat unjuk gigi melukis di kanvas dengan tulisan 'Indonesia Maju' bersama pelukis kenamaan Tanah Air, Nasirun.

Dialog yang mengemuka pun cukup beragam mulai dari pengakuan Putu Wijaya yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, revolusi mental, hingga keluhan budayawan asal Aceh mengenai mahalnya penerjemahan literatur budaya.

Dengan sabar, Jokowi meladeni keluhan demi keluhan dan apresiasi para budayawan. Yang tak kalah penting, dia menjanjikan agar pertemuan santai semacam ini bisa dilakukan secara reguler.

"Memang dalam 3, 5 tahun ini saya dan kabinet selalu bicara masalah hal yang fisik yaitu infrastruktur. Dan kenapa kita memulai dengan investasi bidang di infrastruktur karena kita sebagai negara besar terlalu jauh ditinggal oleh kanan kiri kita," katanya.

Kemudian, dia menambahkan tahapan kedua adalah investasi di bidang sumber daya manusia yang nantinya menjadi fondasi atau nilai-nilai. Nilai-nilai tersebut dipandang Jokowi sebagai modal dasar untuk bersaing dan berkompetisi dengan negara lain.

"Dan perlu saya sampaikan memang revolusi mental bukan jargon. Saya kira itu tidak perlu diteriakan terus. Memberikan contoh adalah lebih baik dari pada berteriak," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Presiden ditemani oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top