Bipolar Care: Setop Stigma Orang dengan Masalah Kejiwaan

Masyarakat diminta tidak menstigma orang yang memiliki masalah kejiwaan,
Rahmad Fauzan | 05 April 2018 12:37 WIB
Salah satu karya yang ditampilkan di pameran Ekspresi Ragam Jiwa

Kabar24.com, JAKARTA – Masyarakat diminta tidak menstigma orang yang memiliki masalah kejiwaan, demikian salah satu harapan yang mengemuka dari pameran seni rupa yang diselenggarakan Bipolar Care Indonesia.

Acara berjudul Ekspresi Ragam Jiwa ini merupakan perayaan tahunan Bipolar Care Indonesia (BCI), komunitas yang bergerak di bidang kesehatan jiwa, khususnya gangguan bipolar.

Kegiatan itu memamerkan 78 karya dari 24 seniman, digelar dalam rangka Hari Bipolar Sedunia pada 2 – 13 April 2018 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Agus Hidayat, ketua panitia kegiatan tersebut, melalui keterangan resmi kepada pengunjung yang dikutip Bisnis.com pada Kamis (5/4/2018), berharap melalui kegiatan ini masyarakat lebih peduli dengan kesehatan jiwa serta tidak menyematkan stigma kepada orang dengan masalah kejiwaan (OMDK).

Seirama dengan Agus, Dinihari Suprapto, salah satu seniman OMDK, juga mempersoalkan stigma terhadap OMDK. 

"Kami ingin menunjukkan stigma terhadap OMDK itu semakin terkikis dari masyarakat," tambahnya.

Di samping itu, dia menambahkan karya-karya yang dipajang tidak hanya karya-karya penderita bipolar.

"Tidak hanya bipolar, tetapi juga ada skizofrenia, skizoafektif, dan penderita gangguan personalitas," kata Dinihari.

Salah satu pengunjung yang juga mahasiswi semester 2 Jurusan Seni Murni Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Susi, mengatakan penting bagi karya-karya OMDK untuk diapresiasi. 

"Selain diapresiasi, karya-karya ini juga memiliki fungsi wisata," ujar Susi.

Sekadar informasi, gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive.

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku.

Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental mengingat sulitnya penderita membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri.

Gangguan skizoafektif adalah kelainan mental yang rancu yang ditandai dengan adanya gejala kombinasi antara gejala skizofrenia dan gejala gangguan afektif di mana keduanya sama-sama menonjol pada saat yang bersamaan.

Gangguan kepribadian atau personalitas adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan berbeda dari orang normal.

Tag : Skizofrenia, bipolar
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top