Air Sungai Batanghari Meningkat, Warga Jambi Diminta Waspadai Banjir

Ketinggian air Sungai Batanghari, Provinsi Jambi, pada Minggu (1/4/2018), meningkat drastis akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah di provinsi itu sejak sepekan terakhir. Hal itu mengharuskan warga mewaspadai terjadinya banjir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 April 2018  |  16:42 WIB
Air Sungai Batanghari Meningkat, Warga Jambi Diminta Waspadai Banjir
Warga menggunakan perahu untuk melintasi jalan yang terendam banjir luapan Sungai Batanghari di Muaro Kumpeh, Kumpeh Hulu, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (16/3/2017). - Antara/Wahdi Septiawan

Kabar24.com, JAMBI - Warga di provinsi Jambi diminta waspada terhadap kemungkinan bencana banjir.

Ketinggian air Sungai Batanghari, Provinsi Jambi, pada Minggu (1/4/2018), meningkat drastis akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah di provinsi itu sejak sepekan terakhir. Hal itu mengharuskan warga mewaspadai terjadinya banjir.

Petugas penjaga Pos Pintu Air Ancol Tanggo Rajo, Kota Jambi, Sahrudin di Jambi, Minggu, mengatakan air sungai terpanjang di Sumatra itu sempat surut pekan lalu, namun kini tinggi muka air Sungai Batanghari naik lagi.

"Saat ini ketinggian air yang terpantau di Pintu Air Ancol mencapai 12,90 meter, pekan lalu hanya 12,25 meter," katanya.

Sahrudin mengatakan debit air sungai mengalami peningkatan sejak pekan lalu. Penyebabnya intensitas hujan yang tinggi terutama di daerah hulu sungai. Warga di sekitar Sungai Batanghari pun diminta mewaspadai banjir.

Ketinggian air, katanya sudah di atas normal, sebab sebagian wilayah yang berada di pinggir sungai sudah digenangi air seperti di dua kecamatan di Seberang Kota Jambi. Namun kondisi itu, katanya, belum masuk kondisi siaga.

Menurut Sahrudin, jika kondisi air sudah mencapai 13,80 meter maka baru dikategorikan atau berstatus siaga III. Kemudian jika tinggi air 14,7 meter maka berstatus siaga II dan jika mencapai 14,87 meter maka masuk siaga I atau darurat.

"Sekarang memang air sudah masuk ke pemukiman, tapi belum dikategorikan siaga," kata Sahrudin.

Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Nurangesti mengatakan dari prakiraan BMKG, wilayah Provinsi Jambi masih berpotensi hujan hingga dua hari ke depan.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Hujan berpotensi terjadi pada pagi, siang, malam dan dini hari," kata Nurangesti.

Sebab itu, katanya, BMKG mengimbau masyarakat Jambi untuk waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan akibat curah hujan tersebut. Salah satunya, terjadinya banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

"Kemudian waspada terjadinya longsor di daerah-daerah rawan longsor dan angin kencang yang membuat pohon-pohon tumbang," katanya menambahkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jambi

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top