Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jurus CPNS untuk PDKT Cari Pacar, Presiden Jokowi: Bener Enggak?

Presiden Joko Widodo memberi kuliah kepada lebih dari 5.000 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 27 Maret 2018  |  11:50 WIB
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (23/3/2018). - setneg
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (23/3/2018). - setneg

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo memberi kuliah kepada lebih dari 5.000 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan masukan kepada para CPNS yang berpakaian putih dan bercelana hitam tersebut.

Jokowi mengutip pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengenai jumlah pendaftar CPNS mencapai 2,4 juta orang pada 2017 sedangkan jumlah yang diterima hanya sekitar 33.000.

Dengan demikian, menurut Jokowi, jumlah CPNS yang diterima dibandingkan dengan jumlah pendaftar hanya 1,4%.

"Artinya apa, saudara-saudara adalah pilihan-pilihan yang terbaik. Saudara-saudara adalah generasi muda terbaik di Indonesia yang bisa diterima CPNS," katanya di podium yang disambut oleh tepuk tangan para CPNS.

Kendati demikian, Jokowi mengingatkan para CPNS supaya tidak bergembira dulu karena sebagian dari CPNS masih "jomblo" atau belum memiliki pasangan. Pernyataan itu disambut tawa oleh para CPNS.

Dengan status CPNS, Jokowi mengatakan para anak muda tersebut akan mudah mencari pacar.

Menggunakan bahasa anak muda, Jokowi mengatakan para CPNS akan melakukan "pdkt" atau pendekatan untuk mendapatkan pacar. "Bener enggak?" kata Jokowi disambut tepuk tangan para CPNS.

Jokowi mengatakan dirinya menaruh harapan besar kepada para CPNS tersebut sebagai birokrat muda yang dianggap akan menjadi motor kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.

Jokowi mengaku yakin Indonesia akan menjadi negara maju apabila memiliki birokrat yang tangguh dan bekerja keras.

"Jika birokrat-birokrat kita selalu berani melakukan inovasi, jika birokrat-birokrat mengedepankan kepentingan rakyat bangsa dan negara di atas kepentingan lain, syarat-syaratnya itu," kata Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top