Pengembangan Pendididikan Islam Bersinergi Dengan World Bank

Pengembangan pendidikan Islam di lingkungan Kementerian Agama dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, termasuk bersinergi dengan lembaga keuangan global World Bank.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  19:16 WIB
Pengembangan Pendididikan Islam Bersinergi Dengan World Bank
Siswa-siswi sekolah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembangan pendidikan Islam di lingkungan Kementerian Agama dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, termasuk bersinergi dengan lembaga keuangan global World Bank.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan pengembangan pendidikan Islam menuntut penanganan yang terpadu dan menyeluruh serta melibatkan semua stakeholders pendidikan.

“Melibatkan semua stakeholders pendidikan, baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. Salah satunya, sinergi dengan lembaga keuangan World Bank,” katanya Jumat (23/3/2018).

Menurut situs resmi Kemenag, Kamaruddin menyampaikan hal itu di kantornya, Jakarta, Jumat (23/3/2018) seusai menerima delegasi ahli pendidikan senior di World Bank, Noah Yarrow.

Dia menjelaskan sejauh ini Ditjen Pendidikan Islam Kemenag menangani lembaga pendidikan Islam yang sangat kompleks. Padahal seharusnya, untuk itu diperlukan 3 Ditjen untuk menangani pendidikan Islam itu.

Namun, lanjutnya, pada kenyataanya sampai saat ini pendidikan Islam masih ditangani oleh satu Direktorat Jenderal saja. Itu berarti Kemenag baru memiliki sepertiga sumberdaya dari yang seharusnya.  

“Karena itu inisiatif World Bank ikut berkontribusi memberi dukungan secara sinergis bagi pengembangan pendidikan Islam itu sangat tepat,” ujarnya.

Sementara itu Noah Yarrow, ahli pendidikan senior di World Bank, dalam pertemua dengan Dirjen Pendidikan Islam Kemanag itu menyampaikan usulan 4 wilayah strategis yang bisa disinergikan.

Adapaun 4 wilayah itu adalah Pembenahan sistem informasi pendidikan, Perencanaan dan penganggaran pendidikan berbasis elektronik, Peningkatan kualitas guru, termasuk guru Pendidikan Agama Islam, serta Pengembanga model penilaian lembaga dan hasil belajar siswa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan, world bank

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top