Rekayasa Kesehatan Setya Novanto : Dokter IGD Tolak Beri Diagnosis Palsu

Rekayasa rekam medis kesehatan Setya Novanto kian terkuak dalam sidang lanjutan dengan terdakwa dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, Jumat (23/3/2018).
MG Noviarizal Fernandez | 23 Maret 2018 15:15 WIB
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo mengenakan baju tahanan keluar di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1/2018). Dokter spesialis penyakit dalam itu ditahan setelah diperiksa selama lebih dari 12 jam terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto. - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Rekayasa rekam medis kesehatan Setya Novanto kian terkuak dalam sidang lanjutan dengan terdakwa dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, Jumat (23/3/2018).

Dalam sidang kali ini tim penuntut umum mengajukan saksi dokter Michael Chia Cahaya yang bertugas sebagai dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGW) Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Dalam kesaksiannya, dokter Michael mengatakan bahwa dia diberi tahu oleh dokter Alia, pelaksana tugas manajer pelayanan medis, bahwa pada pukul 21.00 WIB akan datang pasien dokter Bimanesh Sutarjo dengan indikasi hipertensi dan vertigo.

Setelah itu, dia kemudian diminta oleh pengacara Setya Novanto untuk membuat diagnosis kecelakaan namun permintaan itu ditolak karena dia belum pernah memeriksa Setya Novanto dan hal itu juga melanggar kode etik dokter.

“Saya katakan ke dokter Alia lebih baik saya dipecat daripada saya dipaksa untuk melakukan hal yang tidak benar,” ujarnya saat bersaksi di pengadilan.

Permintaan tersebut juga diulangi Bimanesh Sutarjo yang menyusul ke rumah sakit begitu mengetahui bahwa permintaan diagnosis kecelakaan tidak disetujui oleh dokter jaga.

Michael Chia Cahaya bersikukuh tidak memenuhi permintaan tersebut sehingga Bimanesh Sutarjo kemudian membuat rujukan tersendiri agar Setya Novanto bisa dirawat di ruang VIP.

Michael juga menceritakan bahwa pada pukul 22.00 WIB, petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke rumah sakit itu dan menemui dirinya untuk menanyakan kondisi kesehatan Novanto. Merasa tidak pernah melakukan pemeriksaan terhadap politisi tersebut, Michael menjawab bahwa dia tidak mengetahui kondisi kesehatan Setya Novanto.

“Dokter KPK kemudian mengecek di sistem dan tertera bahwa Setya Novanto dirujuk dari IGD. Padahal saya tidak pernah merujuk dan data itu diisi oleh admin yang bernama Didin,” tuturnya.

Dalam surat dakwaan, setelah Michael Chia Cahaya menolak permintaan kubu Novanto, Bimanesh Sutarjo tiba di rumah sakit dan langsung menerbitkan surat pengantar UGD agar Setya Novanto bisa dirawat inap dengan diagnosa hipertensi, vertigo dan diabetes tanpa melakukan pemeriksaan serta melakukan konfirmasi ke RS Premier yang pernah merawat Novanto. Sekitar 30 menit kemudian Setya Novanto tiba di rumah sakit dan diarahkan oleh Bimanesh ke ruang VIP.

“Bimanesh Sutarjo kemudian memerintah perawat Indri agar membuat surat pengantar rawat inap baru dari poli padahal saat itu dia tidak sedang bertugas. Terdakwa kemudian mengabarkan kepada publik melalui media bahwa Setya Novanto mengalami luka berat akibat kecelakaan dan ketika penyidik hendak mengecek kondisi Setya Novanto, terdakwa mengatakan sedang mendapatkan perawatan dan meminta penyidik meninggalkan ruang VIP,” lanjut Jaksa.

Tag : setya novanto
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top