Putra Mahkota Arab Saudi Sebut Hanya Kematian yang Bisa Menghentikannya

Di usianya yang baru menginjak 32 tahun, Mohammed bin Salman harus memahami transisi yang terjadi di negaranya seiring dengan dinamisnya keinginan generasi muda Arab Saudi. Usianya yang masih relatif muda dinilai membuka peluang baginya untuk berkuasa dalam waktu yang lama.
Annisa Margrit | 20 Maret 2018 14:51 WIB
Mohammed bin Salman duduk dalam upacara pengucapan janji setia sebagai Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi di Mekkah, Rabu (21/6/2017). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejak diangkat menjadi Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman telah melakukan beberapa kebijakan yang menjadi sorotan dunia.

Perubahan yang dilakukannya dinilai berbeda dari kebijakan negara itu yang relatif konservatif dan tertutup. Dalam wawancaranya dengan CBS News, yang dikutip Bisnis, Selasa (20/3/2018), Mohammed bin Salman menyatakan keinginannya untuk mengembalikan negaranya ke jalur Islam yang moderat, dengan menghapus paham radikal dan memberikan keleluasaan lebih kepada perempuan.

Hal itu dilakukan dengan mencabut larangan mengemudi dan bepergian sendiri, juga tak lagi melarang perempuan menghadiri pertandingan olahraga. Dia menekankan laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara sebagai manusia.

Pada November 2017, dia memimpin penahanan terhadap ratusan pejabat, pebisnis, dan pangeran yang dinilai melakukan korupsi. Mereka harus membayar denda, yang besarannya berbeda-beda, atau membuktikan diri tak bersalah. 

Mohammed bin Salman juga berbicara mengenai kebiasaan ayahnya, Raja Salman, dalam mempelajari sejarah. Menurutnya, sang ayah selalu menugaskan anak-anaknya untuk membaca sebuah buku dan tiap anak harus menceritakan kembali isi buku itu pada akhir pekan.

Raja Salman, tutur dia, menyatakan dengan membaca sejarah 1.000 tahun lalu maka kita akan memiliki pengalaman sebanyak 1.000 tahun.

Di usianya yang baru menginjak 32 tahun, Mohammed bin Salman harus memahami transisi yang terjadi di negaranya seiring dengan dinamisnya keinginan generasi muda Arab Saudi. Usianya yang masih relatif muda dinilai membuka peluang baginya untuk berkuasa dalam waktu yang lama.

"Hanya kematian," ujar Mohammed bin Salman, ketika ditanya apa yang bisa menghentikannya saat ini.

Dia menyatakan panjang usia seseorang hanya diketahui oleh Tuhan.

Mohammed bin Salman diangkat menjadi Putra Mahkota pada Juni 2017. Penunjukkannya cukup mendapat perhatian karena sebelumnya posisi itu ditempati oleh Pangeran Mohammed bin Nayef, sepupunya. 

Dia akan berada di AS selama dua pekan, mulai hari ini, dalam rangka kunjungan kenegaraan. Mohammed bin Salman dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump serta mengunjungi berbagai kota termasuk Silicon Valley di California.

Sumber : CBS News

Tag : arab saudi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top