Inggris dan Uni Eropa Sepakati Masa Transisi Brexit Selama 21 Bulan

Uni Eropa dan Inggris telah menyetujui proses transisi selama 21 bulan yang dimulai dari 29 Maret 2019 hingga akhir 2020 sebelum negara tersebut meninggalkan blok zona euro sepenuhnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Maret 2018 08:07 WIB
Ilustrasi hari Eropa - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Inggris akan tetap berada di Uni Eropa hingga akhir 2020, namun dengan pengaruh terbatas di zona euro, pejabat mengumumkan pada Senin (19/3/2018).

Uni Eropa dan Inggris telah menyetujui proses transisi selama 21 bulan yang dimulai dari 29 Maret 2019 hingga akhir 2020 sebelum negara tersebut meninggalkan blok zona euro sepenuhnya.

Juru bicara Uni Eropa Michel Barnier mengatakan selama periode tersebut, Inggris tidak akan lagi berpartisipasi dalam prosedur pengambilan keputusan di Eropa. Mulai tanggal 30 Maret 2019, undang-undang Eropa akan terus berlaku di Inggris, namun tidak akan terlibat dalam pengambilan keputusan yang melibatkan masa depan Uni Eropa.

Masa transisi ini ditujukan untuk memberi lebih banyak waktu bagi bisnis dan warga negara, baik di Inggris dan UE, untuk mempersiapkan kepergian sepenuhnya Inggris dari blok tersebut.

Masa transisi ini juga akan memungkinkan juru runding untuk menyimpulkan pembicaraan mereka tentang bagaimana hubungan antara UE dan Inggris berlangsung mulai tahun 2021, yang pada saat ini masih jauh dari kepastian.

"Kami tidak berada di ujung jalan. Salah satu poin terbesar, perbatasan Irlandia, tetap belum terpecahkan,” ungkap Barnier kepada wartawan di Brussels, seperti dikutip CNBC.

Inggris telah sepakan untuk memasukkan dalam teks hukum, yang akan menjelaskan semua rincian kepergiannya dari Uni Eropa, sebuah solusi "backstop" untuk perbatasan Irlandia. Namun untuk saat ini, tidak ada kompromi seperti apa solusi itu nantinya.

Uni Eropa mengusulkan agar Irlandia Utara terus mengikuti peraturan UE, bahkan hal tersebut membuat Irlandia Utara diisolasi dari daratan Inggris. Namun Inggris belum menyepakati hal tersebut. Menurut Barnier, pengaturan itu hanya akan berlaku jika solusi lain tidak ditemukan.

Sementar itu, Uni Eropa menerbitkan draft perjanjian Brexit, yang menyoroti bagian-bagiannya dengan berbagai warna untuk menunjukkan di mana telah terjadi kemajuan.

Perdana Menteri Inggris Theresa May ingin mendapatkan kesepakatan mengenai tahap transisi pada akhir bulan ini. Negosiator utama Brexit, David Davis, pada Senin mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan "langkah tegas" terhadap Brexit dan bahwa 21 bulan "cukup mendekati" waktu yang sebelumnya diminta oleh Inggris yang mencapai 2 tahun.

Berbicara di Brussels, Davis mengatakan kepada wartawan bahwa masa transisi adalah "juga tentang memulai kehidupan di luar Uni Eropa," termasuk mempersiapkan dan menandatangani kesepakatan perdagangan baru.

Tag : Brexit
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top