Raup Seluruh Suara di Kongres, Xi Jinping Kembali Jadi Presiden China

JAKARTASeluruh Parlemen China telah menunjuk ulang Xi Jinping untuk menjabat periode keduanya sebagai presiden. Selain itu, parlemen juga akan mengatur ulang tokoh yang akan duduk di beberapa jabatan tinggi di Negeri Panda.
Dwi Nicken Tari | 18 Maret 2018 17:16 WIB
Presiden China Xi Jinping - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA — Seluruh Parlemen China telah menunjuk ulang Xi Jinping untuk menjabat periode keduanya sebagai presiden. Selain itu, parlemen juga akan mengatur ulang tokoh yang akan duduk di beberapa jabatan tinggi di Negeri Panda.

Sebanyak 2.970 suara atau seluruh anggota Kongres Rakyat China (NPC) yang hadir memberikan suaranya untuk Xi Jinping kembali menjabat presiden pada Sabtu (17/3). Sebelumnya, NPC juga telah mencabut klausul yang bisa menghambat Jinping menjabat untuk periode-periode berikutnya.

Tom Rafferty, Manajer Regional China untuk The Economist Intelligance Unit mengatakan dominasi Jinping sebenarnya telah tercapai secara keseluruhan. Tidak hanya mendapatkan perhatian, lanjutnya, kebijakan Jinping seperti pengetatan disiplin dan upaya pemberantasan korupsi, begitu juga kemampuan politisnya, telah banyak mendapatkan sorotan positif dari publik.

“[Meskipun] hal itu juga memperlihatkan adanya potensi keretakan, tetapi kami tidak mengekspektasikan ada tantangan yang muncul untuk posisinya [Jinping] dalam beberapa tahun ke depan,” katanya seperti dikutip Bloomberg, Minggu (18/3/2018).

Lebih lanjut, para pembuat kebijakan kemudian juga diharapkan untuk mengonfirmasi periode baru untuk pejabat tinggi lainnya pada pemungutan suara, Minggu (18/3). Penunjukan beberapa pejabat selevel menteri dijadwalkan pada hari ini, termasuk pergantian Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan yang akan pensiun dan kepala regulator untuk agensi merger baru sektor perbankan dan asuransi senilai US$43 triliun.

Selain menunjuk Jinping, pada Sabtu (17/3), parlemen juga mengajukan rencana untuk membuat, mengeliminasi atau mengkonsolidasi beberapa pejabat negara dalam rangka mengukuhkan kontol partai.

Para pembuat kebijakan diharapkan untuk memberikan konfirmasi mulai dari pemimpin penegak hukum dan komisi etik hingga pengawas dari miliaran orang pegawai negeri, pejabat partai, akademisi, jurnalis, dan manajer perusahaan negara.

Sejumlah perubahan tersebut memberikan tanggung jawab yang baru bagi Jinping, yaitu untuk mengelola perekonomian senilai US$12 triliun, tantangan menggunungnya utang, dan munculnya aspirasi kelas menengah serta munculnya kepentingan luar negeri.

Jinping diharapkan dapat mengatur pengembangan ekonomi tanpa melonggarkan kontrol politik,  dalam artian mempertaruhkan legitimasi partai sebagai upaya membuat China semakin kaya dan kuat.

Kekuasaan baru Jinping ini mungkin akan memberikan kepastian kepada investor karena ketahanan birokrasi sedikit longgar dalam pemerintahannya. Tetapi tetap saja, sentralisasi kendali di tangan satu orang dapat menjadi masalah, ketika kesehatan sang pemimpin terganggu maupun saat bawahannya gagal menyampaikan argumentasi terhadap keputusan atasannya.

Tag : china, ekonomi china
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top