Indeks Tendensi Konsumen di Aceh Diprediksi Melemah

Indeks Tendensi Konsumen atau ITK di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diperkirakan melemah pada triwulan I 2018 dengan menunjukkan angka 98,23 atau indeks di bawah 100.
Abdul Hadi Firsawan | 17 Maret 2018 22:27 WIB
Pedagang membawa mebel kayu dengan becak motor hingga melebihi kapasitas, di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (21/9). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, BANDA ACEH - Indeks Tendensi Konsumen atau ITK di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diperkirakan melemah pada triwulan I 2018 dengan menunjukkan angka 98,23 atau indeks di bawah 100.

Salah satu variabel dalam pembentukan perkiraan ITK mendatang adalah rencana pembelian barang-barang tahan lama, rekreasi dan pesta, yang mendapat nilai indeks sebesar 85,70. 

Nilai indeks tersebut mencerminkan bahwa rata-rata konsumen pesimis adanya peningkatan rencana pembelian barang tahan lama.

"Salah satu penyebabnya yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Tahun 2018 yang belum disahkan, mengingat APBA termasuk yang besar kontribusinya terhadap perekonomian Aceh," kata Kepala BPS Provinsi Aceh Wahyuddin Sabtu (17/03/2017) di Banda Aceh.

Secara perbandingan, perkiraan kondisi ekonomi di Provinsi Aceh pada triwulan I 2018 berada di bawah perkiraan ITK nasional triwulan I 2018 dengan dengan optimisme konsumen nasional sebesar 101,35.

Faktor perilaku konsumi “musiman” yang mempengaruhi perkembangan ITK dalam observasi selama dua tahun di Aceh juga merefleksikan pergerakan ekonomi konsumen. 

Wahyuddin mengatakan informasi dini pelaku konsumsi terhadap situasi perekonomian merupakan suatu kebutuhan penting bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat karena memberi sinyal awal mengenai perkiraan kondisi perekonomian beberapa bulan mendatang.

"Pemerintah perlu informasi itu untuk perencanaan perekonomian, sedangkan dunia usaha untuk keperluan investasi atau ekspansi pasar," jelas Wahyuddin.

Jika dibandingkan, ITK Provinsi Aceh pada triwulan I-2017 sebesar 101,68. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen di Aceh menilai kondisi ekonominya pada awal tahun 2017 dengan sedikit optimis. 

Untuk perkiraan ITK triwulan I 2018 mendatang, persepsi konsumen di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatera terhadap perkiraan kondisi ekonomi menunjukkan persepsi yang pesimis atau nilai indeks di bawah 100, kecuali Provinsi Jambi, Kepri, dan Riau. 

Provinsi Jambi dan Provinsi Kepulauan Riau memiliki perkiraan ITK mendatang lebih tinggi dari angka nasional dengan nilai indeks 105,36 untuk Provinsi Jambi dan nilai indeks 104,59 Provinsi Kepulauan Riau.

 

Tag : aceh
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top