KABAR GLOBAL 16 MARET: Dilema Investor dan Skandal PM Abe, Bank Dunia tekankan Pentingnya Anggaran Pendidikan Dasar

Berita mengenai dilemma investor dan skandal PM Jepang serta Bank Dunia yang menekankan pentinghnya anggaran pendidikan dasar menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Jumat (16/3/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 Maret 2018 08:48 WIB
PM Jepang Shinzo Abe - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai dilemma investor dan skandal PM Jepang serta Bank Dunia yang menekankan pentinghnya anggaran pendidikan dasar menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Jumat (16/3/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Dilema Investor dan Skandal PM Abe. Jika dilihat dari sisi fundamentalnya yakni rendahnya valuasi, kuatnya perolehan laba perusahaan, serta imbal hasil bagi pemegang saham yang tinggi, bursa saham Jepang seharusnya menunjukkan peningkatan. Bahkan, hal tersebut belum memperhitungkan adanya sentimen tambahan dari stimulus Bank of Japan yang belum pernah diberikan sebelumnya serta jejak ekonomi yang mencetak pertumbuhan terpanjangnya selama sedekade. (Bisnis Indonesia)

Bank Dunia Tekankan Pentingnya Anggaran Pendidikan Dasar. Bank Dunia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan terhadap perbaikan kualitas SDM salah satunya dila- kukan dengan memprioritaskan belanja anggaran negara untuk pendidikan dasar. (Bisnis Indonesia)

Biaya Hidup di Singapura Termahal. Singapura masih menjadi kota dengan biaya hidup paling mahal di 2018. Kota di Negeri Merlion ini mempertahankan gelar kota dengan biaya hidup termahal lima tahun berturut-turut. (Kontan)

NAFTA Bakal Tanpa AS. Negara tetangga Amerika Serikat (AS) mulai bersiap untuk melanjutkan perjanjian perdagangan bebas tanpa Negeri Paman Sam. Meksiko dan Kanada tengah menyiapkan versi baru Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara tanpa Amerika Serikat. (Kontan)

Defisit Perdagangan AS. Amerika Serikat (AS) berambisi memangkas defisit perdagangan dengan China hingga menjadi US$ 100 miliar. Penegasan ini meluruskan cuitan Presiden AS Donald Trump di twitter yang akan minta China mengurangi ketidakseimbangan perdagangan dengan AS senilai US$ 1 miliar. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top