Sebelum Pilih Cawapres, Jokowi Mesti Rumuskan Tantangan 2019-2024

Sebelum memilih calon wakil presiden, Joko Widodo harus merumuskan tantangan bangsa selama 2019-2024.
MG Noviarizal Fernandez | 16 Maret 2018 19:46 WIB
Presiden Joko Widodo memanen jagung bersama petani saat panen raya jagung di Perhutanan Sosial, Ngimbang, Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com,JAKARTA- Sebelum memilih calon wakil presiden, Joko Widodo harus merumuskan tantangan bangsa selama 2019-2024.

Ketua Umum Relawanan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa rumusan tantangan bangsa selama 2019-2024 penting dilakukan sehingga pemimpin yang terpilih dalam Pilpres 2019 sudah mempersiapkan diri dan mampu membawa bangsa ke arah yang lebih baik.

“Calon wakil presiden harus mempu menjawab tantangan itu karena presiden dan wakilnya adalah satu kesatuan,” tuturnya dalam diskusi Skenario Jokowi 2019 di Kantor Para Syndicate hari ini Jumat (16/3/2018).

Selain itu, lanjutnya, seorang calon wapres haruslah figur yang kredibel dan berintegritas serta mampu diterima oleh semua partai pendukung maupun publik yang nantinya akan memilih para kandidat tersebut.

“Logika partai kadang tidak sama dengan logika publik sehingga calon wapres yang mendampingi Jokowi adalah yang diterima oleh semua pihak. Selain itu harus pula dilihat bahwa cawapres itu tidak memiliki kepentingan terselubung yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan,” katanya.

Dia meyakini nantinya akan nama-nama calon pendamping Joko Widodo akan mengerucut dan bisa diterima oleh semua kalangan dan hal itu dapat tercapai melalui konsensus bersama antara seluruh elemen yang mendukung petahana.

Sekjen Partai Nasdem Jhonny G. Plate membenarkan bahwa perlu dirumuskan tantangan bangsa ke depan yang harus dihadapi Joko Widodo dan kandidat lain yang menjadi pendampingnya. Menurutnya, calon pendamping itu harus memiliki visi dan wawasan terkait isu-isu strategis internasional karena adanya perubahan mendasar dalam politik Amerika Serikat serta China.

"Amerika sekarang melakukan proteksi padahal sebelumnya mereka paling keras menentang proteksi. China saat ini telah mengubah konstitusi sehingga masa jabatan tidak dibatasi. Konstelasi semacam ini harus bisa dihadapi oleh pemimpin Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top