DPR Serius Dukung Pengembangan Industri Kreatif di Jateng

DPR mendukung penuh perkembangan industri kreatif khususnya di Jateng. Hal itu, dilihat dari beberapa potensi industri kreatif yang kini mulai berkembang terutama kerajinan tangan dan kuliner.
Alif Nazzala Rizqi | 13 Maret 2018 18:50 WIB
Pameran Industri Kreatif - Antara

Kabar24.com, SALATIGA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendukung penuh perkembangan industri kreatif khususnya di Jateng. Hal itu, dilihat dari beberapa potensi industri kreatif yang kini mulai berkembang terutama kerajinan tangan dan kuliner.

Anggota Komisi X DPR RI Jamal Mirdad mengatakan, pemerintah tengah serius mengembangkan potensi industri kreatif untuk menopang perekonomian masyarakat khususnya di Jateng. Menurutnya banyak daerah di Jateng yang mempunyai potensi industri kreatif.

"Beberapa daerah di Jateng seperti Kabupaten Pekalongan, Banyumas, Sukoharjo memiliki banyak potensi industri kreatif khususnya kerajinan tangan. Kami dari DPR menginginkan, ekonomi kreatif lebih ditegakkan, dan terkemuka karena barang hasil kerjian anak bangsa mempunyai nilai jual tinggi," kata Jamal Selasa (13/3/2018).

DPR tengah merumuskan beberapa cara yang dinilai efektif untuk memasarkan produk hasil dari industri kreatif. Sebab, saat ini masalah pemasaran masih menjadi kendala utama para pelaku industri kreatif untuk berkembang.

Untuk itu, DPR melalui Komisi X kini sedang berkeliling Nusantara guna memetakan daerah mana yang potensial untuk dijadikan target pasar.

"Kami sudah menginstruksikan kementrian terkait dalam hal ini kementerian perindustrian untuk melaporkan beberapa hasil dari industri kreatif yang tengah dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.

Sedangkan, untuk anggaran Jamal belum mengetahui secara pasti dana yang dikucurkan pemerintah untuk mengembangkan industri kreatif. Sebab, masih dalam tahap pemetaan dan juga perencanaan dalam jangka panjang.

Lebih lanjut Jamal mengatakan Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi unggulan karena perekonomian yang kini tengah maju. Tahun lalu saja pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,7% membuat provinsi ini diprediksi akan semakin maju.

Sementara itu, untuk menunjang industri kreatif agar lebih maju Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengundang lima perbankan syariah untuk bertemu langsung dengan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jawa Tengah. Bekraf memfasiiitasi 200 pelaku ekraf mengakses pembiayaan perbankan syariah melalui acara Shana Banking for Cretaive Business.

“Business Matching yang digelar Bekraf untuk mempertemukan pelaku ekraf dan perbankan syariah ini adalah upaya Bekraf mempermudah pelaku ekraf mengakses pembiayaan yang ditawarkan perbankan syariah, untuk mengembangkan bisnis mereka sekaligus mengetahui persyaratan untuk mengaksesnya," ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Menurut Fajar Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. Dia mencontohkan beberapa daerah seperti Kota Semarang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas dimana ketiga wilayah tersebut memiliki industri unggulan seperti kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.

Diketahui ekonomi kreatif menyumbang hampir Rp1.000 Triliun pada PDB nasional. Selain itu, perbankan syariah sebagai salah satu sumber pembiayaan diharapkan bisa menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha ekraf, untuk mengembangkan usaha yang berpotensi meningkatkan PDB nasional.

Akses permodalan merupakan salah satu permasalah dalam mengembangkan perekonomian. Di Indonesia, sumber permodalan Rp6.000 Triliun terdapat diperbankan dan hanya 11 Triliun di Perusahaan Modal Ventura.

Bekraf berupaya menawarkan solusi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang bisa berupa merk, hak cipta, dan paten sebagai jaminan mengakses pembiayaan perbankan.

Tag : jateng, industri kreatif
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top