Cegah Kebocoran, Pemkot Semarang Siapkan Pajak Online

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat ini tengah serius mendorong diterapkanya pajak online di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Alif Nazzala Rizqi | 13 Maret 2018 14:57 WIB

Bisnis.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat ini tengah serius mendorong diterapkanya pajak online di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. 

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, selain untuk mempercepat proses pelayanan pembayaran pajak, sistem pajak online ini juga untuk mengantisipasi adanya kebocoran pajak yang tidak diinginkan. 

Langkah awal sistem pajak online ini dilakukan dengan teknologi i-tech diterapkan terhadap wajib pajak berupa pajak hiburan dengan sasaran wajib pajak berupa tempat hiburan, hotel dan restauran. 

"Secara keseluruhan [pembayaran pajak istem online] ya seharusnya semakin tahun semakin cepat. Kita dari dua tahun lalu sudah launching sistem pajak untuk perhotelan dan restauran," ujarnya hari ini Selasa (13/3/2018).

Dia menambahkan dirinya sudah meminta kepada beberapa OPD dari 16 OPD yang ada di Pemkot Semarang lainya seperti, Dinas Pasar dan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk menerapkan sistem pajak online secepatnya. 

"Tahun ini kita masuk ke rencana e-retribusi Dinas Pasar [Kota Semarang], rencana e-parking dengan parkir meter [Dinas Perhubungan Kota Semarang]," tuturnya.

Hendi berharap dengan adanya perencanaan yang matang di setiap OPD, paling tidak tahun depan yaitu tahun 2019, penerapan sistem pembayaran pajak secara online bisa dilakukan di beberapa OPD yang telah ditetapkan.   

"Ini sebuah perencanaan yang sudah mulai dilakukan oleh teman-teman pelaksananya, tinggal di masifkan saja di tingkat kebijakan OPD," tuturnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Yudi Mardiana membenarkan tentang keinginan Wali Kota Hendi untuk menerapkan sistem pajak online di beberapa OPD. 

Yudi berharap, paling tidak di tahun 2019, seluruh pajak dan pendapatan dari beberapa OPD di Kota Semarang bisa menerapkan sistem online tersebut untuk meningkatkan pendapatan dan meminimalisir kebocoran di perolehan pajak.   

"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi kebocoran," ujarnya.

Yudi menambahkan di perolehan pajak hiburan, hotel dan restauran akan ada penambahan penyaluran pajak melalui sistem online yang dilakukan.

Yang tadinya hanya sebanyak dua tempat hiburan, hotel dan restauran, tiga sampai empat bulan ke depan, ditargtekan akan ada 10 sampai 12 tempat hiburan, hotel dan restauran yang akan menggunakan sistem pembayaran pajaknya seara online.  

"Kita ada target, mudah-mudahan di bulan April-Mei ini ada penambahan lagi 10 sampai 12 [tempat hiburan, hotel dan restauran] sampai bulan Mei nanti," pungkasnya.

Tag : semarang
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top