Trump Tolak Akuisisi Qualcomm Oleh Broadcom

Presiden AS Donald Trump segera menolak aksi Broadcom Ltd yang ingin mengakusisi Qualcomm Inc.
Dwi Nicken Tari | 13 Maret 2018 21:36 WIB
Qualcomm - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump segera menolak aksi Broadcom Ltd yang ingin mengakusisi Qualcomm Inc.

Dengan demikian Presiden Trump makin meninggikan papan pengumumannya untuk investor asing, bahwa segala bentuk transaksi yang dapat menguntungkan China harus dihentikan atas nama keamanan nasional.

Meskipun Broadcom berbasis di Singapura, China telah menjadi ketakutan terbesar AS dalam proses akusisi perusahaan pembuat chip Qualcomm. Pasalnya, Qualcomm bersaing sangat ketat dengan Huawei Technologies Co. milik China. Mereka sedang berpacu siapa yang akan mendominasi pengembangan teknologi generasi berikutnya.

Scott Kennedy, yang mempelajari kebijakan ekonomi China di Center for Strategic & International Studies di Washington mengatakan bahwa keputusan Trump itu semakin memperlihatkan bahwa perusahaan semikonduktor milik AS “tidak dijual” untuk China.

“Entitas China tidak perlu mendekati transaksi ini karena transaksi perusahaan semikonduktir tidak akan tersedia untuk mereka,” katanya seperti dikutip Bloomberg, Selasa (13/3/2018).

Perintah sang presiden pada Senin (12/3/2018) adalah menolak tawaran sebesar US$117 miliar untuk Qualcomm. Hal itu merupakan tanda terbaru dari Trump bahwa dia sangat menjaga pengambil alih dari negara lain, khususnya dari China.

Pemerintahan Trump berencana untuk mengecilkan nilai investasi China untuk AS dan akan mengenakan beberapa tarif impor untuk Beijing yang dituduh sebagai pencuri properti intelektual itu.

Hanya ada lima pengambilalihan perusahaan AS yang ditolak oleh presiden AS dengan alasan keselamatan nasional sejak 1990. Termasuk di dalamnya terdapat penolakan mantan Presiden AS Barack Obama terhadap dua transaksi selama masa jabatannya. Adapun, Trump telah melarang sebanyak dua transaksi dalam enam bulan.

“Ada bukti yang jelas yang membuat saya percaya Broadcomm akan memberikan ancaman bagi keselamatan nasional Amerika Serikat,” kata Trump dalam rilis pada Senin (12/3/2018) di Washington.

Sementara itu, Broadcomm mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka sangat berhati-hati dan menekankan bahwa akusisi ini tidak akan mengganggu keselamatan nasional AS. Sementara Qualcomm tidak memberikan komentar.

Uniknya adalah pembeli Qualcomm ini bukannya China. Namun, tetap saja AS khawatir Broadcom akan mengurangi investasinya di bidang riset dan pengembangan, bahwa posisi Qualcomm yang sedang mengembangkan teknologi 5G bisa kalah dengan Huawei Technologies Co.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top