Beri Kesempatan Kedua, Napi Harus Diberdayakan

Narapidana harus diberdayakan sehingga mampu menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai jual.
Aprianus Doni | 10 Maret 2018 01:32 WIB
Evy Amir Syamsudin (kiri) bersama Michela Magri saat peluncuran buku "Made In Prison". - Bisnis.com/Aprianus Doni

Kabar24.com, JAKARTA - Narapidana harus diberdayakan sehingga mampu menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Buku Made In Prison yang disusun Evy Amir Syamsudin, mengangkat karya-karya unggulan dari narapidana profuktif di beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas) disertai dengan kisah kehidupan mereka.

"Setiap manusia pasti memiliki kesempatan kedua, terutama bagi teman-teman warga binaan," kata Evy dalam peluncuran bukunya yang bertema Liberty In Creativity di Jakarta pada Jumat (9/3/2018).

Narapidana diberi bekal keahlian tertentu dan pendampingan di dalam lapas. Hal ini sejalan pula dengan program Lapas Produktif dari Kementerian Hukum dan HAM.

Evy mengatakan tujuan pembekalan dan pendampingan adalah usaha untuk membantu para narapidana yang selalu dipandang negatif, dapat kembali diterima oleh masyarakat.

"Tantangan utamanya adalah stigma negatif terhadap mereka [narapidana], bila tidak produktif, mereka tidak bisa diterima masyarakat atau bahkan keluarga. Kita sebagai masyarakat, bersama stakeholder dan pemerintah, harus berkontribusi untuk membantu mereka," ujar Evy.

Dalam kesempatan yang sama, Michela Magri, Director of Italian Cultural Institute Jakarta, mengungkapkan kekagumannya kepada Evy, selaku Ketua Yayasan Second Chance, yang telah berkontribusi dalam pemberdayaan narapidana di Indonesia.

Produk yang dihasilkan narapidana di dalam lapas antara lain Kayna Bakery dan garmen dari Lapas Cipinang; kecap dari Lapas Wanita Malang; bola kaki dan rotan sintesis dari Lapas Cirebon; dan sarung tangan baseball dari Lapas Ambarawa.

Peluncuran buku ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Second Chance, Kepustakaan Populer Gramedia, dan Italian Cultural Institute Jakarta.

Buku Made In Prison adalah karya kedua Evy setelah Voicing the Voiceless yang rilis pertama kali pada 2015.

Peluncuran buku diakhiri dengan pementasan kolaborasi musik antara narapidana Lapas Perempuan Tangerang dan Pondok Bambu, dengan musisi Italia Vinicio Capossela.

Tag : narapidana
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top