Serunya Warga Austria Belajar Membatik

Puluhan warga Austria antusias mempelajari teknik dasar pembuatan batik dalam sebuah lokakarya yang diselenggarakan KBRI Wina yang bekerja sama dengan Modul University di Wina, Austria, Selasa (6/3/2018) waktu setempat.
Andhina Wulandari | 08 Maret 2018 06:23 WIB
Para peserta lokakarya batik yang digelar KBRI Wina dan Modul University memamerkan hasil karya mereka, Selasa (6/3). - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, WINA -- Puluhan warga Austria antusias mempelajari teknik dasar pembuatan batik dalam sebuah lokakarya yang diselenggarakan KBRI Wina yang bekerja sama dengan Modul University di Wina, Austria, Selasa (6/3/2018) waktu setempat.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan RI di Wina Witjaksono Adji dan diikuti oleh mahasiswa dan tenaga pengajar dari Modul University; pengurus dan anggota Lembaga Persahabatan Indonesia; serta para pecinta seni budaya Indonesia di Austria.

“Penyelenggaraan lokakarya batik ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan industri batik Indonesia, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur seni budaya Indonesia kepada publik luas di Austria,” ujarnya dalam sambutannya, seperti dilansir dari siaran pers KBRI Wina, Rabu (7/3/2018).

Lebih jauh, Witjaksono menjelaskan bahwa sejak 2009 teknik membuat batik telah terdaftar sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia untuk kategori Tak Benda yang diakui oleh UNESCO.

Lokakarya yang berlangsung selama dua jam tersebut diawali dengan presentasi dari Lisa Niedermayr, seorang pakar tekstil dari Academy of Fine Arts Vienna, dan Dr. Jani Kuhnt Saptodewo, mantan kurator Weltmuseum Vienna. Dalam paparannya, Niedermayr menjelaskan mengenai proses pembuatan karya seni tekstil dan kerajinan tangan di Austria yang menggunakan bahan pewarna tradisional dari tumbuhan yang menghasilkan warna biru indigo.

Dia juga menerangkan berbagai pola tekstil yang menjadi ciri khas beberapa daerah di Austria, seperti Burgenland dan Bad Leonfelden, yang mengambil inspirasi dari keindahan alam sekitar wilayah tersebut.

Sementara itu, Saptodewo menjelaskan filosofi batik serta sejarah koleksi ratusan batik kuno yang dimiliki Weltmuseum.

“Batik tiba di Austria sejak 1858. Saat itu, kerajaan Austro-Hungaria telah mengirimkan wakilnya untuk melakukan ekspedisi keliling dunia. Wakil kerajaan Austro-Hungaria kemudian tiba di Batavia pada Mei 1858 dan sempat bertemu dengan penguasa daerah Cianjur dan Bandung. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Kerajaan Austro-Hungaria dihadiahi sejumlah benda berharga, termasuk beberapa kain batik yang saat ini menghiasi Gallery of Indonesia di Weltmuseum,” paparnya.

Setelah mendapatkan penjelasan singkat mengenai batik, para peserta kemudian melakukan praktik membuat batik yang dipandu oleh Yosfiarso, seorang seniman batik asal Yogyakarta yang saat ini bermukim di Klagenfurt, Austria. Para peserta terlihat sangat serius menjalani tahap-tahap proses pembuatan batik mulai dari pembuatan pola dengan lilin cair, pewarnaan, pengeringan, hingga fiksasi.

Meski baru pertama kali melihat canting, para peserta tampak sangat percaya diri dalam menggunakan alat membatik tradisional tersebut. Beberapa di antaranya juga terlihat berupaya keras untuk menghindari tetesan lilin di kain pola yang mereka gunakan.

Antusiasme staf dan mahasiswa Modul University disebut semakin tinggi saat mereka mulai bisa melihat hasil pewarnaan di mana masing-masing pola batik mulai terlihat jelas pada kain yang digunakan.

“Ini adalah sebuah masterpiece,” kata salah satu peserta dengan gembira saat melihat hasil batiknya.

Kegiatan lokakarya batik tulis mendapat tanggapan positif dari para peserta yang hadir, khususnya dari kalangan akademisi. Wakil Rektor Modul University Sabine Sedlacek yang turut serta dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama ini.

Sementara itu, Witjaksono menyebutkan bahwa Indonesia berharap agar kegiatan lokakarya ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi terwujudnya kerja sama antara lembaga pendidikan Indonesia dan Austria, khususnya di bidang pariwisata dan perhotelan.

Modul University adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Kamar Dagang dan Industri Austria pada 2007 sebagai pengembangan dari Tourism College Modul. Adapun Tourism College Modul merupakan lembaga pendidikan di bidang pariwisata tertua di negara itu yang dibangun sejak 1908.

Modul University saat ini menawarkan berbagai jurusan di antaranya Manajemen Internasional, Teknologi Media, Pembangunan Berkesinambungan (Sustainable Development), Manajemen Perhotelan serta Manajemen Pariwisata untuk jenjang S1 dan S2. 

Tag : batik, austria
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top