Faktor Kenyamanan Bisa Jadi Pertimbangan Cawapres bagi Jokowi, Bukan Sekadar Elektabilitas

Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan bahwa kalau elektabilitas Presiden Joko Widodo terus meningkat, calon wakil presiden yang akan mendampinginya akan dipilih berdasarkan kenyamaman untuk berpasangan, bukan faktor elektabilitas sang wakil.
John Andhi Oktaveri | 28 Februari 2018 15:50 WIB
Presiden Jokowi - instagram.com/jokowi

Kabar24.com, JAKARTA — Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan bahwa kalau elektabilitas Presiden Joko Widodo terus meningkat, calon wakil presiden yang akan mendampinginya akan dipilih berdasarkan kenyamaman untuk berpasangan, bukan faktor elektabilitas sang wakil.

Menurut Maruarar, yang akrab disapa Ara tersebut  variabel pilihan itu merupakan salah satu dari empat faktor yang menjadi pertimbangan PDIP bagi cawapres yang akan mendampingi Jokowi.

Ara menyontohkan saat elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pemilu 2009 yang tinggi. Pada saat itu SBY memilih pendampingnya sesuai dengan kenyamanan dirinya bukan pada elektabilitasnya. Saat itu SBY memilih Boediono sebagai calon wakil presiden pendampingnya.

"Kalau elektabilitas Jokowi tinggi sekali, maka akan memilih cawapres berdasarkan kenyamanan,” ujarnya.

Akan tetapi, dia tidak mengesampingkan faktor elektabilitas cawapres yang akan menjadi penentu kemenangan pada Pilpres 2019 sebagai faktor pertimbangan lainnya.  

“Kalau Jokowi elektabilitasnya tidak aman, maka yang meningkatkan suara tentu jadi pertimbangan,” katanya.

Ketiga dan yang paling ideal adalah gabungan antara kenyamanan dan nilai tambah terhadap elektabilitas," katanya. Pasalnya, dalam politik, menang itu penting, katanya dalam diskusi Populi Center, Rabu (28/2/2018).

Terakhir, kata Ara, Jokowi bisa melihat apa yang harus dilakukan jika terpilih kembali sebagai Presiden pada Pilpres 2019.

Sebagai presiden, Jokowi akan melihat ke depan ke tahun 2024. Dia kan membangun fondasi soal infrastruktur, makro, mikro ekonomi, tentu Jokowi berkepentingan apa yang dia bangun bisa berkelanjutan, ujarnya.

“Karena pasti tidak tuntas. Jadi apakah Jokowi memilih wakil hanya sebagai wakilnya saja, atau memilih wakil yang menjadi presiden pada 2024. Itu dua hal berbeda sama sekali. Itu manusiawi menurut saya,” ujarnya. Ara menambahkan Jokowi akan memastikan bagaimana visi misi itu bisa berkelanjutan dan berkesinambungan sehingga memilih orang yang tepat untuk mendampinginya.

Hingga kini parpol yang telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk maju Pilpres 2019 yaitu Partai NasDem, Partai Golkar, PPP, dan Hanura, dan terakhir PDIP. Sedangkan PKB baru akan menentukan sikapnya pada Rapat Pimpinan Nasional Juni mendatang.

Tag : jokowi, prabowo subianto, Pilpres 2019
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top