Rekrutmen Petugas Haji 2018 Berbasis Online dan Sistem CAT

Kementerian Agama segera melakukan rekrutmen petugas haji tahun 1439H/2018M, baik untuk petugas kloter yang menyertai jemaah maupun petugas non kloter yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Amanda Kusumawardhani | 28 Februari 2018 11:09 WIB
Sejumlah jamaah haji berada di makam Baqi, Madinah. - Istimewa/Kementerian Agama

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Agama segera melakukan rekrutmen petugas haji tahun 1439H/2018M, baik untuk petugas kloter yang menyertai jemaah maupun petugas non kloter yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi mengatakan bahwa pola rekrutmen tahun ini akan dilakukan secara online dan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). 

"Dengan menggunakan smartphone berbasis android, maka peserta langsung mengerjakan soal ujiannya di layar ponsel masing-masing," ucapnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/2/2018).

Menurut Khoirizi, rekrutmen secara online dan mengunakan sistem CAT menjadi salah satu cara untuk menjaring petugas-petugas yang memiliki kompetensi baik dari sisi ibadah maupun dari sisi regulasi, secara transparan dan akuntabel. Berdasarkan hasil CAT, peserta akan  disaring lagi untuk mengukur pemahaman dan pengalaman sesuai bidang tugas yang dilamarnya melalui wawancara.

Dia menambahkan jumlah kloter tahun ini diperkirakan mencapai 511 kloter. Artinya, diperlukan 1.022 petugas yang menyertai jemaah dari unsur Kemenag.

Para petugas masuk dalam Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Selain itu, dibutuhkan 1. 533 petugas dari unsur Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Sementara itu, petugas non kloter yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi memiliki kuota sebanyak 836 petugas. Jumlah ini terdiri dari 530 petugas dari unsur Kemenag dan instansi terkait, termasuk media dan TNI/POLRI, serta 306 petugas dari unsur Kemenkes.

Seluruh petugas akan dibagi ke dalam tiga wilayah kerja yaitu Makkah, Jeddah, dan Madinah.

"Kami perkirakan rekrutmen akan mulai dilakukan pada akhir Maret atau awal April 2018. Rekrutmen akan dimulai berjenjang dari tingkat kabupaten/kota dan internal instansi terkait," terang Khoirizi.

Adapun rekrutmen petugas haji non kloter bidang kesehatan sedang dilakukan oleh tim Kemenkes dan sudah masuk tahap pendalaman kompetensi.

Tag : Ibadah Haji
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top