Tol Kapal Betung: Ruas Kayu Agung-Jakabaring Selesai Sebelum Asian Games 2018

Proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) ruas Kayu Agung-Jakabaring dipastikan dapat diuji coba sebelum Asian Games 2018 berlangsung pada Agustus 2018.
Dinda Wulandari | 27 Februari 2018 13:10 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri) dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (ketiga kanan) meninjau gerbang tol Palembang saat peresmian jalan tol Sumatra ruas Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I di Desa Ibul Besar, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Kamis (12/10). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG – Proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) ruas Kayu Agung-Jakabaring dipastikan dapat diuji coba (fungsional) sebelum Asian Games 2018 berlangsung pada Agustus 2018.

Kepala Divisi 6 PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Gunadi mengatakan ruas sepanjang 33 kilometer itu menjadi prioritas penyelesaian karena terkait dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

“Sebetulnya secara kontrak, target penyelesaian Mei 2019. Tetapi, untuk menyambut Asian Games kami prioritaskan Kayu Agung sampai Jakabaring. Jadi, tidak 100% selesai tapi bisa dilalui kendaraan,” paparnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (27/2/2018).

Secara keseluruhan, progres pembangunan jalan tol yang memiliki panjang total 112 kilometer itu tercatat mencapai 44% dengan total biaya yang dihabiskan sekitar Rp3,5 triliun. Menurut Gunadi, sebetulnya progres itu masih di bawah target yang dipatok sebesar 48%.

Namun, faktor cuaca menjadi kendala tersendiri di lapangan. Pasalnya, pengerjaan tanah dipengaruhi oleh kondisi cuaca.

Untuk mencapai target pengerjaan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan pihak terkait untuk mencari solusi atas masalah yang ada. Terutama, mengenai pembebasan lahan.

“Kami juga menemukan ada beberapa lokasi di ruas tol ini yang bersinggungan dengan sejumlah utilitas seperti pipa gas. Karenanya, kami terus bahas ini dan tengah membuat rencana dan desain untuk pemecahan masalah ini,” terang Gunadi.

Kendala lain yang muncul adalah kondisi lahan yang berupa rawa. Contohnya, seksi 1 Jejawi-SP Padang yang arealnya berupa rawa dalam.

Namun demikian, perseroan optimistis bisa mengejar target uji coba atau fungsional jalan tol tersebut sebelum Asian Games atau saat memasuki masa mudik Lebaran 2018 yang jatuh pada Juni. Adapun total nilai proyek jalan tol yang dibagi menjadi empat seksi itu mencapai Rp20 triliun termasuk untuk tanah dan jembatan.

Terkait moratorium proyek konstruksi layang yang juga diberlakukan untuk proyek tol Kapal Betung, Gunadi mengaku pengerjaannya sempat terganggu tapi tidak berdampak signifikan terhadap progres proyek.

“Mengganggu, tapi tidak masalah. Kami juga perlu pendapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pelaksanaan pekerjaan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Tag : jalan tol
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top