Batam Ditargetkan Menjadi Hub E-Commerce

BP Batam tengah merancang agar pelabuhan dan bandara internasional di wilayah itu dapat menjadi hub logistik dagang elektronik (e-commerce). Nantinya, Batam ditargetkan dapat melayani pasar e-commerce yang memiliki waktu tempuh 4 jam perjalanan udara, baik dalam maupun luar negeri.
Sarma Haratua
Sarma Haratua - Bisnis.com 27 Februari 2018  |  08:30 WIB
Batam Ditargetkan Menjadi Hub E-Commerce
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kijang yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Selasa (11/4). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BATAM – BP Batam tengah merancang agar pelabuhan dan bandara internasional di wilayah itu dapat menjadi hub logistik dagang elektronik (e-commerce). Nantinya, Batam ditargetkan dapat melayani pasar e-commerce yang memiliki waktu tempuh 4 jam perjalanan udara, baik dalam maupun luar negeri.

“Dari Batam bisa memasarkan ke Bangkok, Busan, Manila, Surabaya, Makasar dan tempat lain yang [waktu tempuhnya] 4 jam dari Batam,” ujar Deputi Bidang Perencanaan BP Batam Yusmar Anggadinata, Senin (26/2/2018).

Rencana pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim dan pelabuhan menjadi hub logistik e-commerce terbilang baru di Batam. Menurutnya, rencana ini bisa menunjang pertumbuhan usaha kecil menengah di kota industri ini, terutama yang berorientasi ke e-commerce.

BP Batam akan mencoba bekerja sama dengan sejumlah perusahaan e-commerce dalam dan luar negeri, seperti Lazada, Amazon, dan Bukalapak. E-commerce bisa menaruh stok barang dagangannya di Batam, kemudian didistribusikan ke sejumlah pelanggan ketika sudah ada pesanan.

Selain menargetkan pelaku e-commerce, bandara dan pelabuhan di Batam juga akan menjadi hub logistik untuk barang keperluan industri dalam negeri. Dengan demikian, industri domestik tak perlu lagi memesan bahan baku ke negara asal, karena sudah distok di Batam.

Angga meyakini hal ini akan membantu industri dalam negeri, termasuk yang berada di Batam.

Untuk itu, BP Batam tengah merancang sejumlah pengembangan. Rencananya, BP Batam bakal menggandeng pihak swasta untuk pembangunan infrastruktur dan konsesi pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim.

“Rencananya, Maret 2018 kami akan market sounding. Kami lakukan penjajakan pasar, mencari peminat terhadap upaya pemanfaatan kerjasama pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim,” ujar Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

Sejauh ini, dari 1.760 hektare (ha) lahan bandara internasional ini, baru sekitar 40% yang dimanfaatkan. Masih banyak kebutuhan infrastruktur yang harus dilengkapi, termasuk pembangunan terminal logistik dan terminal penumpang.

Dia berharap tahun depan sudah ada penandatanganan perjanjian kerjasama dengan investor yang tertarik, baik dalam proyek pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan maupun konsesi pengelolaan bandara.

“Pembangunan dari pihak ketiga, tak ada dari dana pusat,” ungkap Lukita. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top