Thailand Kembali Undur Pemilu Hingga 2019

Warga Thailand agaknya harus kembali bersabar menunggu penyelenggaraan Pemilu karena jadwalnya lagi-lagi diundur oleh Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha.
Annisa Margrit | 27 Februari 2018 15:40 WIB
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha (kedua kiri) saat tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (21/4/2015) untuk menghadiri rangkaian peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung yang digelar hingga 24 April 2015. - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Warga Thailand agaknya harus kembali bersabar menunggu penyelenggaraan Pemilu karena jadwalnya lagi-lagi diundur oleh Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha.

Padahal, sebelumnya dia berjanji Pemilu bakal digelar pada November 2018. Namun, bulan lalu aturan mengenai Pemilu telah diubah oleh para pembuat kebijakan sehingga diperkirakan bakal ada penundaan lebih lama.

"Sekarang saya akan menjawab dengan jelas, Pemilu akan digelar paling lambat pada Februari 2019," ujarnya kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Selasa (27/2/2018).

Ini merupakan penundaan kesekian kali yang dilakukan junta militer Thailand sejak naik memegang kekuasaan pada 2014.

Beberapa pihak, terutama aktivis, sebelumnya telah melakukan sejumlah protes dan unjuk rasa meminta Prayuth memenuhi janjinya untuk menggelar Pemilu tahun ini.

Pada awal bulan ini, pihak kepolisian mengeluarkan peringatan kepada penyelenggara sebuah konferensi pers untuk membatalkan acara tersebut. Konferensi pers yang diadakan oleh kelompok kanan Thailand itu bertujuan untuk meminta junta berjanji menyelenggarakan Pemilu pada November 2018.

Sumber : Reuters

Tag : thailand
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top