Kondisi Medan Hambat Penanganan Gempa Papua

Beberapa kendala dihadapi otoritas setempat dalam penanganan darurat pascagempa bermagnitudo 7,6 di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Salah satu kendala yaitu kondisi medan yang teridentifikasi berbukit-bukit.
Jaffry Prabu Prakoso | 27 Februari 2018 16:17 WIB
Ilustrasi gempa - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa kendala dihadapi otoritas setempat dalam penanganan darurat pascagempa bermagnitudo 7,6 scala richter di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Salah satu kendala yaitu kondisi medan yang teridentifikasi berbukit-bukit.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kondisi demikian diperparah dengan minim sarana komunikasi yang menyulitkan koordinasi di lapangan.

"BPBD Provinsi Papua melaporkan  kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban yaitu permakanan, suplai air, dan pelayanan medis baik berupa tenaga medis, peralatan dan obat-obatan," katanya melalui keterangan pers, Selasa (27/2/2018).

Hingga kini, BPBD bekerja sama dengan Polres Boven Digoel dan Humas Pemda setempat untuk melakukan kaji cepat. BPBD provinsi telah mendorong logistik ke Kabupaten Boven Digoel dan Polres dan TNI setempat melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak bencana.

Sutopo menambahkan di samping kerusakan infrastruktur dan rumah warga, gempa memicu longsor dan kerusakan jalan di Waropko. Hingga kini, kaji cepat masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.

Sebelumnya gempa bermagnitudo 7,6 terjadi pada Senin lalu dengan titik pusat gempa 266 km arah tenggara Kota Boven Digoel. Kedalaman gempa sekitar 17 km. Dampak gempa teridentifikasi di wilayah Distrik Mindiptanah, Waropko dan Arimop.

"Hingga kini Kabupaten Boven Digoel belum memiliki BPBD sebagai organisasi yang bergerak di bidang penanggulangan bencana," tutup Sutopo.

Tag : gempa
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top