Bareskrim Timbang Ulang Narkotika Asal China 1,6 ton

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri telah melakukan penimbangan kembali terhadap barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,6 ton agar dapat dipisahkan untuk kepentingan Puslabfor Polri dan sebagai bukti di Pengadilan lalu sisanya akan dimusnahkan.
Sholahuddin Al Ayyubi | 27 Februari 2018 13:05 WIB
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri telah melakukan penimbangan kembali terhadap barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,6 ton. - JIBI/Sholahudin Al Ayyubi

Kabar24.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri telah melakukan penimbangan kembali terhadap barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,6 ton agar dapat dipisahkan untuk kepentingan Puslabfor Polri dan sebagai bukti di Pengadilan lalu sisanya akan dimusnahkan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto ‎mengemukakan kepolisian akan mengajukan surat izin kepada Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung untuk memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 1,6 ton tersebut. Menurutnya, kepolisian sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut agar dapat otak pelaku rencana pengiriman narkotika dalam jumlah yang besar.

"Hari ini kami akan menimbang kembali semua barang bukti ini. Kemudian barang bukti nanti akan kita sisihkan untuk keperluan Puslabfor Mabes Polri dan bukti proses sidang di Pengadilan dan globalnya nanti akan kami musnahkan, tapi 3 minggu lagi setelah kami terima barang bukti ini," tuturnya, Selasa (27/2/2018).

Polisi juga sudah menawarkan Justice Collabolator kepada para tersangka agar mau membongkar jaringan narkotika tersebut dan mengungkap siapa saja bandarnya. Menurutnya, kepolisian Indonesia juga akan menjalin kerja sama dengan kepolisian China guna membongkar jaringan narkotika berskala Internasional itu.

"Untuk jaringan sindikat (narkotika) yang ada di dunia ini apalagi di China banyak sekali ya. Nanti kalau kita sudah kerja sama dengan polisi narkotika China, semoga saja bosnya bisa ketangkap juga," kata Eko.

Menurutnya, modus operandi pengiriman narkotika asal China ke negara lain selalu sama yaitu menggunakan kemasan dari bahan makanan dan minuman agar dapat mengelabuhi petugas‎ dan lolos membawa narkotika masuk dan dierdarkan di negara tujuan.

"Biasanya ini modus-modus sindikat dari China yaitu menggunakan kemasan ‎dari green tea, kopi yang warnanya hijau atau keemasan dan hijau muda, tapi petugas tidak mudah dikelabuhi," ujar Eko.

Tag : narkoba
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top