Partai Komunis China Buka Jalan Presiden Xi Jinping Terus Menjabat

Partai Komunis China mengajukan usulan penghapusan batas masa jabatan seorang presiden yang hanya berlangsung dua periode. Usulan tersebut pastinya dapat membuka jalan Presiden Xi Jinping untuk tetap menjadi pemimpin negeri tirai bambu setelah masa jabatannya berakhir pada 2023.
Renat Sofie Andriani | 26 Februari 2018 08:42 WIB
Presiden China Xi Jinping - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Partai Komunis China mengajukan usulan penghapusan batas masa jabatan seorang presiden yang hanya berlangsung dua periode. Usulan tersebut pastinya dapat membuka jalan Presiden Xi Jinping untuk tetap menjadi pemimpin negeri tirai bambu setelah masa jabatannya berakhir pada 2023.

Berdasarkan konstitusi yang berlaku saat ini, Xi Jinping diharuskan mengundurkan diri sebagai presiden setelah menjabat menjalani dua periode yang masing-masing berlangsung selama lima tahun.

Namun proposal yang diajukan Partai Komunis China pada Minggu (25/2/2018) mengusulkan penghapusan batasan masa kepemimpinan seorang presiden.

Kantor berita Xinhua mengabarkan, proposal tersebut disusun oleh Komite Sentral Partai Komunis China, badan elit yang paling berkuasa. Selain tentang masa jabatan presiden, proposal itu juga mencakup posisi wakil presiden.

“Komite Sentral Partai Komunis China mengusulkan untuk menghapus pernyataan bahwa Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat China menjabat tidak lebih dari dua periode berturut-turut dari Konstitusi negara tersebut,” lapor Xinhua, seperti dikutip CNBC.

Komite Sentral juga mengusulkan untuk memasukkan 'Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik China untuk Era Baru' ke dalam konstitusi, kata Xinhua dalam sebuah laporan terpisah.

Pemikiran politik Xi Jinping yang dimaksud sebelumnya telah ditetapkan menjadi bagian dari konstitusi Partai Komunis sendiri.

Reformasi konstitusional ini perlu disetujui oleh parlemen. Namun mengingat parlemen berisikan anggota yang dipilih karena loyalitas mereka terhadap partai, reformasi ini diperkirakan tidak akan menghadapi perdebatan berarti.

Xi Jinping memulai masa jabatan periode keduanya sebagai kepala partai dan militer pada bulan Oktober di akhir kongres Partai Komunis yang digelar sekali lima tahun. Menjelang akhir masa jabatan periode pertamanya, dia akan secara resmi dipilih untuk periode kedua dalam pertemuan tahunan pembukaan parlemen China pada 5 Maret.

Spekulasi sehubungan dengan keinginan Xi Jinping untuk tetap memimpin China meskipun masa jabatannya nanti telah berlangsung selama dua periode, memang terdengar persisten.

Salah satu aliansi politik terdekatnya, juga mantan perwira papan atas, Wang Qishan, mengundurkan diri dari Standing Committee partai tersebut pada Oktober 2017.

Wang, 69, telah mencapai usia di mana pejabat tinggi cenderung pensiun. Namun dia terpilih sebagai delegasi parlemen tahun ini dan kemungkinan akan menjadi wakil presiden, menurut sumber yang terkait dengan kepemimpinan dan para diplomat.

Langkah ini signifikan karena jika Wang tidak pensiun, maka bisa menjadi preseden bagi Xi untuk tetap berkuasa setelah menyelesaikan masa jabatan dua periode.

Namun, peran ketua partai di China lebih senior daripada presiden. Pada suatu titik, Xi bisa diberi posisi sentral di partai yang juga memungkinkan dia bertahan selama dia suka.

 

Tag : xi jinping, partai komunis china
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top