Jateng akan Tingkatkan Pendampingan Usaha Mikro

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ini akan memberikan dukungan penuh terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Alif Nazzala Rizqi | 23 Februari 2018 19:35 WIB
Salah satu kegiatan di sentra usaha kecil dan menengah bidang kerajinan - Ilustrasi/Bisnis

Kabar24.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ini akan memberikan dukungan penuh terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sebab, masih ada 92% usaha mikro yang membutuhkan pendampingan untuk memasarkan produk buatan mereka.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) UMKM Jawa Tengah berjumlah 4.1 juta namun baru 63.000 yang sudah didaftarkan.

Pemprov Jateng juga mendorong tiap kabupaten/kota untuk berani tampil memasarkan produk UMKM unggulan daerah masing-masing.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng Ema Rachmawati mengatakan, pemerintah terus melakukan pelatihan serta membuat pameran UMKM untuk memfasilitasi para pelaku usaha memamerkan produk buatannya.

"Kami tahun lalu mengadakan 10 kali pameran dan tiap kali even terdapat transaksi sebesar Rp19 miliar. Untuk itu pemerintah tahun ini juga akan mengadakan pameran serupa sepanjang 2018," kata Ema Jumat (23/2/2018).

Selain banyak melakukan pameran, pemerintah juga memfasilitasi para pelaku UMKM dengan mengajak para duta besar di berbagai negara untuk mencicipi produk makanan dan kerajinan tangan asli Jateng.

Ema mencontohkan promosi ke beberapa duta besar yang berkunjung ke Jateng cukup berhasil. Terbukti produk tempe kaleng Magelang sudah banyak yang di ekspor ke negara Cekoslovakia.

"Tahun lalu 100.000 kaleng tempe Magelang dikirim menuju Cekoslovakia. Pengiriman ini membuktikan produk UMKM Jateng bisa menembus pasar internasional. Dan kami terus menjalin hubungan dengan beberapa negara Eropa guna memasarkan produk para pelaku UMKM," katanya.

Dalam waktu dekat Dinas Koperasi dan UMKM juga akan membuat program wisata UKM untuk para duta besar. Selain itu, Pemprov Jateng juga menjalin kerjasama dengan beberapa provinsi lain seperti, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mendongkrak penjualan domestik.

Di beberapa provinsi seperti Kaltim dan Kalsel produk UMKM Jateng amat diminati terutama makanan yakni gula merah dan sambel pecel.

"Kami sangat terkonsentrasi mengembangkan UMKM sesuai dari arahan Gubernur Jateng yang ingin produk UKM maju dan dapat menembus pasar internasional. Untuk itu, variasi produk dan kemasan juga harus dilakukan agar konsumen tertarik membeli," katanya.

Lebih lanjut Ema menambahkan, dalam era serba modern para pelaku UKM juga diajarkan untuk memasarkan produk buatan mereka melalui media online. Karena kini pola konsumsi masyarakat mulai berubah, dengan hanya melihat gambar dalam sebuah situs dapat langsung memesan produk tersebut.

Tag : jateng, usaha mikro
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top