Israel dan Australia Gagalkan Pengeboman Pesawat Oleh ISIS

Pemerintah Israel dan Pemerintah Australia menggagalkan pengeboman pesawat yang didalangi oleh ISIS, tahun lalu.
Annisa Margrit | 22 Februari 2018 11:25 WIB
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Israel dan Pemerintah Australia menggagalkan pengeboman pesawat yang didalangi oleh ISIS, tahun lalu.

Dalam sebuah pidato di Yerusalem, Israel, Rabu (21/2/2018) waktu setempat, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memuji badan intelijen negaranya karena telah berhasil mencegah terjadinya suatu aksi pembantaian.

BBC.com melansir Kamis (22/2/2018), serangan tersebut direncanakan dilakukan di pesawat Etihad Airways rute Sydney-Abu Dhabi pada 15 Juli 2017. Otoritas setempat menyatakan rencana itu terkait dengan ISIS.

Bom disimpan di dalam mesin pencacah daging yang dijadwalkan dibawa dalam kargo pesawat tersebut. Namun, mesin itu tidak lolos dari pengecekan keamanan setelah rencana pengeboman dibatalkan karena alasan yang tidak diketahui.

Polisi Australia mengungkapkan setelah rencana pertama gagal, para pelaku melancarkan rencana kedua yang mencakup pembuatan alat kimia yang akan mengeluarkan hidrogen sulfida. Gas ini tidak berwarna tapi berbau seperti telur busuk dan sangat mudah terbakar.

Rencana kedua ini pun tidak berhasil. Polisi kemudian menangkap dua bersaudara warga Australia berdarah Lebanon, Khaled Khayat dan Mahmoud Khayat di Sydney dengan dugaan terorisme.

Menteri Dalam Negeri Australia Petter Dutton mengatakan Israel terlibat secara langsung dalam penggagalan aksi tersebut. Aksi ini termasuk salah satu rencana teror berskala besar yang pernah coba dilakukan di Negeri Kangguru.

Sementara itu, Pemerintah Lebanon mengklaim turut memberikan informasi kepada otoritas Australia mengenai rencana itu.

Sumber : BBC.com

Tag : terorisme
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top