Usai Diperiksa KPK, Marianus Sae Tersenyum dan Acungkan Jempol

Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami dugaan penerimaan gratifikasi oleh Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur Marianus Sae.
MG Noviarizal Fernandez | 20 Februari 2018 20:29 WIB
Marianus Sae - facebook

Kabar24.com,JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami dugaan penerimaan gratifikasi oleh Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur Marianus Sae.

Calon Gubernur NTT dalam pemilihan serempak tahun ini diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (20/2/2018). Usai diperiksa, Marianus enggan memberikan komentar. Dia hanya tersenyum sembari mengacungkan jempol.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa Marianus Sae diperiksa sebagai tersangka. Penyidik melakukan klarifikasi lebih lanjut terkait peran yang bersangkutan dalam kasus ini, khususnya terkait dugaan penerimaan atau komunikasi yang dilakukan sebelumnya antara dia dengan terduga pemberi gratififikasi.

Seperti diberitkaan, Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae diduga menerima total Rp4,1 miliar sebagai fee berbagai proyek di kabupaten tersebut.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan mengatakan bahwa uang tersebut diperoleh dari Wilhelmus Iwan Ulumbu, Direktur PT Sinar 99 Permai. Perusahaan ini kerap mengerjakan berbagai proyek sejak 2011 atau setahun setelah Marianus Sae menjabat Bupati Ngada untuk periode pertama.

Pemberian fee dilakukan dengan cara menyerahkan kartu ATM BNI kepada Marianus Sae pada 2015. Rekening tabungan tersebut menggunakan nama Wilhelmus dan dibuka pada 2011 silam.

“Total uang yang diberikan baik ditransfer maupun diberikan secara tunai mencapai Rp4,1 miliar. Perinciannya November 2017 sebesar Rp1,5 miliar secara tunai di Jakarta, lalu Rp2 miliar ditransfer ke rekening WIU, lalu 16 Januari 2017 secara tunai Rp400 juta di rumah Bupati dan 6 Februari Rp200 juta, juga di rumah Bupati,” ujar Basaria.

Pemberian fee tersebut, lanjutnya, berkaitan dengan janji proyek di Kabupaten Ngada dengan jumlah total mencapai Rp54 miliar. Adapun rinciannya, untuk pembanguna jalan Poma-Boras sebesar Rp5 miliar, jembatan Boawae sebesar Rp3 miliar, jalan Ranamoeteni Rp20 miliar, serta beberapa ruas jalan lain dengan nilai proyek Rp14 miliar, Rp5 miliar serta Rp2 miliar.

Tag : OTT KPK
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top