Empat Negara Bahas Alternatif Proyek Belt and Road Initiative Milik China

Pemerintah Australia mengklaim pejabat senior mereka bersama perwakilan AS, India, dan Jepang tengah membicarakan pendirian infrastruktur regional bersama untuk menjadi alternatif Belt and Road Initiative yang diusung China.
Dwi Nicken Tari | 19 Februari 2018 10:38 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri) berpose bersama Presiden China Xi Jinping (kedua kanan) dan istrinya Peng Liyuan saat upacara penyambutan pertemuan Belt and Road Forum, di Gedung Great Hall of the People, Beijing, Minggu (14/5). - Reuters/Wang Zhao

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Australia mengklaim pejabat senior mereka bersama perwakilan AS, India, dan Jepang tengah membicarakan pendirian infrastruktur regional bersama untuk menjadi alternatif Belt and Road Initiative yang diusung China. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Julie Bishop mengatakan para pejabat senior yang terlibat masih mendiskusikan seberapa luas keuntungan dan tantangan dalam proyek tersebut.

“Ada kebutuhan yang tidak terhitung untuk infrastruktur, khususnya di daerah kita,” ujarnya dalam wawancara dengan Sky News, seperti dilansir Bloomberg, Senin (19/2/2018).

Pejabat senior Negeri Paman Sam yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyatakan rencana yang melibatkan empat negara itu belum matang. Oleh karena itu, pembicaraan lebih lanjut akan dilakukan oleh Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull bersama Presiden AS Donald Trump dalam kunjungannya ke AS pekan ini.

Meskipun mereka menyebut hal itu merupakan usaha untuk menahan meluasnya pengaruh Beijing, tapi mereka menggunakan dalam terminologi 'alternatif' alih-alih 'saingan' dari Belt and Road Initiative milik China.

“China bisa saja membangun pelabuhan, tapi belum ekonomis. Kami bisa membuatnya lebih ekonomis dengan membangun jalan dan rel yang terhubung dengan pelabuhan itu ,” ungkap pejabat AS seperti dilansir dari Reuters.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan AS, Jepang, India, dan Australia akan mengadakan pembicaraan di Manila pada November tahun ini, bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan Asia Timur. Pembicaraan empat arah ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama di bidang keamanan dan alternatif koordinasi pembiayaan infrastruktur regional yang ditawarkan China.

Keempat negara itu akan membahas visi bersama untuk meningkatkan kemakmuran dan keamanan di wilayah Indo-Pasifik. Selain itu, juga bekerja sama untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka.

Seperti diketahui, Belt and Road Initiative pertama kali diumumkan oleh Presiden China Xi Jinping di Kazakhstan pada 2013. Proyek tersebut membuka kesempatan bagi negara-negara Asia untuk ikut berperan dalam panggung internasional, yakni dengan cara mendanai serta membangun infrastruktur transportasi global sebagai penghubung perdagangan di lebih dari 60 negara. 

Xi juga telah mempromosikan inisiasi ini dengan mengundang para kepala negara ke Beijing dalam pertemuan perdana pada Mei 2017. Dia mengajukan permintaan dana sebesar US$124 miliar untuk mendukung rencana tersebut sekaligus memasukkannya ke dalam konstitusi Partai Komunis, pada Oktober 2017.

Pada Januari 2018, Beijing mengungkapkan niatnya untuk memperluas cakupan proyek itu hingga ke Artik, yakni dengan membangun jalur pelayaran yang terbuka karena pemanasan global dan membentuk Jalur Sutra Kutub.

Sumber : Reuters, Bloomberg

Tag : infrastruktur
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top