Imlek 2018: Pariwisata Bali Diprediksi Bergairah

Perayaan Imlek 2018 dinilai mampu menjadi angin segar bagi pemulihan kunjungan wisatawan China ke Bali lantaran sebelumnya sempat terpengaruh aktivitas Gunung Agung.
NI Putu Eka Wiratmini | 16 Februari 2018 10:16 WIB

Bisnis.com, DENPASAR – Perayaan Imlek 2018 dinilai mampu menjadi angin segar bagi pemulihan kunjungan wisatawan China ke Bali lantaran sebelumnya sempat terpengaruh aktivitas Gunung Agung.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengatakan telah terjadi peningkatan kunjungan wisman China untuk merayakan Imlek 2018 di Bali dari 13.000 pada 2017 menjadi 15.000 kunjungan tahun ini. Adapun sejak ada aktivitas Gunung Agung pada September hingga Desember 2017, kunjungan wisman menurun drastis bahkan tercatat tidak ada kedatangan sama sekali.

Dia pun optimistis jumlah kunjungan Wisman China ke Pulau Dewata akan terus tumbuh pada 2018 menjadi 1,5 juta kedatangan atau naik 13,3% dari pada tahun sebelumnya.

“Kita dari industri pariwisata di Bali sudah sangat siap menanti peningkatan kunjungan wisatawan,” katanya, Kamis (15/2/2018).

Dia pun menilai dengan kembali naiknya kunjungan wisman China ke Bali maka akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisata Pulau Dewata. Pada Januari 2018 tercatat telah ada 13.000 wisman yang mengunjungi Bali per harinya melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jumlah ini meningkat 27% menjadi 18.000 kunjungan wisman menjelang perayaan Imlek 2018.

Adapun Bali menarget jumlah kunjungan wisman pada 2018 adalah sebanyak 6,5 juta kunjungan. China masih diharapakan menduduki posisi teratas dengan proporsi 1,5 juta. Sebelumnya, pada 2017, jumlah kedatangan wisman China ke Bali adalah sebanyak 1,3 juta kedatangan.

“Wisatawan china sangat suka pantai juga, juga Pasar Sukawati.terkait heritage, jadi itu yang bisa jadi andalan kita,” katanya.

Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Chen Wei optimistis tingkat kunjungan wisman China ke Bali akan terus merangkak naik dan mencapai target yang diidam-idamkan pemerintah yakni sebanyak 1,5 juta pada 2018.

Kata dia, selama Januari 2018 telah ada sebanyak 140.000 wisatawan China yang mengunjungi Bali. Jumlah ini dinilai hampir menyamai kunjungan periode sama tahun sebelumnya.

“Kalau memang terjamin kami semaksimal mungkin mendorong turis Tiongkok ke Bali,” katanya.

Optimisme itu seiring dengan turunnya status Gunung Agung ke level siaga. Jika nantinya Gunung Agung sudah benar-benar normal, dinilai jumlah kunjungan wisman China bisa lebih banyak lagi.

Saat ini, walaupun Gunung Agung masih berstatus siaga saja, wisman China tetap berani berlibur dan merayakan Imlek di Bali.

Selain penurunan status Gunung Agung, makin banyakya fasilitas publik maupun wisata yang menggunakan bahasa mandarin juga dinilai akan terus meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali.

“Kalau memang status semakin selamat [Gunung Agung turun status]kami yakin bisa lebih baik dari tahun lalu,” katanya.

Tag : bali
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top