Presiden Jokowi : Indonesia Miliki Modal Besar Jadi Pemimpin, Asal...

Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia mampu menjadi pemimpin di dunia.
Amanda Kusumawardhani | 14 Februari 2018 14:15 WIB
Presiden Joko WIdodo memberikan sambutan ketika membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia (Keppri) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo memaparkan bahwa Indonesia memiliki modal besar menjadi pemimpin asalkan mampu memetakan tantangan secara global.

Dalam kunjungannya ke kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ambon, Jokowi menyebutkan bahwa sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia mampu menjadi pemimpin di dunia.

Dengan mengusung demokrasi Pancasila, Indonesia juga menjunjung pemahaman Islam yang moderat dan penuh toleransi.

"Kita punya modal besar menjadi pemimpin. Islam Indonesia adalah yang moderat, bertoleransi, dan terbuka untuk kemajuan. Kita punya bukti bahwa nusantara kokoh dan bersatu, negara Muslim yang sukses berdemokrasi, dan memiliki insan yang hebat, yang memperjuangkan keadilan," ujar Presiden, seperti dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (14/2/2018).

Kepala Negara juga mengingatkan perjalanan bangsa kita masih panjang. Tantangan dan persaingan global menanti setiap langkah anak bangsa yang selalu dituntut untuk meningkatkan kualitas guna menghadapi persaingan.

"Tidak ada jalan lain selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berakhlak mulia, cerdas, inovatif, dan solutif. Saya tahu ini bukan tugas ringan," ucap Presiden.

Di tingkat negara, pemerintah juga sedang melakukan upaya peningkatan kualitas dan daya saing. Pembangunan infrastruktur yang merata merupakan salah satu bagian dari upaya itu. Apalagi dengan melihat fakta bahwa infrastruktur di wilayah Timur Indonesia yang masih jauh tertinggal.

"Prioritas pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, waduk, dan pembangkit listrik adalah sebuah langkah awal yang dibutuhkan untuk menopang ekonomi nasional kita agar bisa berkompetisi dengan negara lain," ucap Presiden.

Namun, yang perlu digarisbawahi, pembangunan infrastruktur tak selalu soal perekonomian semata. Pembangunan infrastruktur yang merata seperti dilakukan pemerintah saat ini merupakan perwujudan nyata dari sila kelima Pancasila, yakni mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di hadapan peserta kongres, Presiden menampilkan potret kehidupan yang terpampang di layar besar mengenai bagaimana saudara-saudara kita di Papua amat membutuhkan infrastruktur yang sama baiknya dengan yang sejak lama dinikmati sebagian besar rakyat di Pulau Jawa.

"Saya berikan sebuah gambaran jalan di Papua. Berjalan 150 kilometer bisa menempuh dua sampai tiga hari. Kalau ada orang menyampaikan infrastruktur tidak penting, lihatlah kondisi seperti ini," tuturnya.

Keadilan sosial, menurut Presiden, juga harus menyentuh seluruh anak bangsa yang kelak akan meneruskan perjuangan bangsa. Melalui sejumlah program sosial, pemerintah terus berupaya mewujudkan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan.

"Kita ingin membangun Indonesia yang lebih adil. Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjamin semua anak bisa bersekolah, sudah kita berikan kepada 18 juta anak. Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjamin semua warga untuk mengakses layanan kesehatan, sudah diberikan kepada 92 juta warga," ungkapnya.

Tag : Presiden Joko Widodo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top