KABAR GLOBAL 14 FEBRUARI: Jepang Masih Ungguli China, Trump Ingin Asas Resiprokal

Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (14/2/2018), di antaranya mengenai Jepang sebagai investor sektor infrastruktur terbesar di Asia Tenggara.
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 Februari 2018 08:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbang spekulasi panas soal potensi Oprah Winfrey mengikuti pemilihan presiden tahun 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (14/2/2018), di antaranya mengenai Jepang sebagai investor sektor infrastruktur terbesar di Asia Tenggara.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Jepang Masih Ungguli China. China boleh saja mengklaim sebagai investor sektor infrastruktur terbesar di Asia Tenggara melalui sejumlah headline berita. Namun, data terbaru justru menunjukkan bahwa posisi Jepang masih di atas Negeri Panda. (Bisnis Indonesia)

Trump Akan Berlakukan Asas Resiprokal. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mendorong diberlakukannya asas resiprokal pajak (reciprocal tax) terhadap negara-negara yang mengenakan hambatan tarif kepada produk asal negeri Paman Sam. (Bisnis Indonesia)

PBOC Tunjuk JPMorgan. Bank Sentral Cina (PBOC) menunjuk Bank JPMorgan Chase sebagai bank kliring yuan di AS. Adapun penunjukan JPMorgan ini merupakan penunjukkan bank pertama di luar China. Hal tersebut juga dilakukan untuk menunjukkan peran global dan langkah berikutnya dalammempromosikan fungsi mata uang yuan secara internasional. (Bisnis Indonesia)

Januari 2018, Kredit Bank di China Tumbuh Lima Kali Lipat. Penyaluran kredit di China melaju kencang pada bulan pertama di tahun 2018. Kondisi tersebut ditopang upaya Pemerintah China mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang solid, tanpa mengesampingkan risiko utang. (Kontan)

Alibaba Dorong Era Digital Free Trade Zone. Alibaba, raksasa e-commerce China, menyepakati kerjasama strategis dengan Pemerintah Malaysia. Kesepakatan tersebut dibalut program zona perdagangan bebas digital alias digital free trade zone (DFTZ). (Kontan)

Permintaan Minyak Global. Permintaan minyak dunia tumbuh di tahun ini. Badan Energi Internasional alias International Energy Agency (IEA) menaikkan proyeksi permintaan minyak pada 2018 menjadi 1,4 juta barel per hari, naik dari proyeksi sebelumnya 1,3 juta barel per hari. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top