KABAR GLOBAL 13 FEBRUARI: Revolusi Pariwisata Jadi Andalan, e-Commerce di Singapura Berpotensi Kena Pajak

Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (13/2/2018), di antaranya mengenai revolusi industri pariwisata global serta rencana pengenaan pajak e-commerce di Singapura.
Aprianto Cahyo Nugroho | 13 Februari 2018 08:08 WIB
Ecommerce - alleywatch.com

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (13/2/2018), di antaranya mengenai revolusi industri pariwisata global serta rencana pengenaan pajak e-commerce di Singapura.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Revolusi Pariwisata Jadi Andalan. Bisnis keuangan, manufaktur, atau startup digital boleh saja mengklaim sebagai motor pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, sektor-sektor itu harus siap tersaingi oleh sektor yang terkait erat dengan kebahagiaan manusia. Sektor itu adalah pariwisata.

e-Commerce di Singapura Berpotensi Kena Pajak. Para ekonom dan pengamat memprediksi, Pemerintah Singapura akan memberlakukan pajak baru bagi sektor e-commerce di negara tersebut. (Bisnis Indonesia)

Ekspor Batu Bara Australia Melejit. Ekspor batu bara Australia meningkat tajam pada periode 2017 seiring dengan pertumbuhan yang tinggi pada permintaan pasar global. (Bisnis Indonesia)

Singapura Mengincar Pajak Transaksi Online. Pemerintah Singapura diyakini bakal memasukkan pajak e-commerce pada sidang penyampaian anggaran negara tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada 19 Februari mendatang. Sebanyak delapan dari dua belas ekonom yang disurvei Bloomberg menyatakan, anggaran tahun 2018 Singapura bakal memungut pajak dari para vendor e-commerce. (Kontan)

Pesanan 36 Unit Pesawat dari Emirates Menolong Airbus. Emirates menandatangani kontrak dengan Airbus pada Minggu (11/2) untuk pembelian 36 pesawat A380 senilai US$ 16 miliar. Kontrak pesanan ini sangat penting bagi Airbus yang tengah menghadapi permasalahan mesin pesawat untuk mengerek penjualan. (Kontan)

Amazon Akuisisi Blink. Amazon.com Inc mengakuisisi produsen kamera keamanan, Blink akhir tahun lalu dengan nilai US$ 90 juta. Sumber Reuters mengatakan, akuisisi rahasia startup cip hemat energi dan efisien ini tidak hanya sekadar menjual kamera populer lain. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top