PILPRES 2019: Duet Jokowi - JK Cerai? Biar yang Muda, Kata Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dirinya mempertimbangkan faktor usia untuk kembali mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pencalonan Pilpres 2019.
Martin Sihombing | 13 Februari 2018 15:26 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) sebelum memimpin rapat terbatas tindak lanjut kebijakan satu peta di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/2). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dirinya mempertimbangkan faktor usia untuk kembali mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pencalonan Pilpres 2019.

"Ya kan saya sudah katakan, saya ini mempertimbangkan juga dari segi umur, biar yang muda-muda," kata Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa.

Pada pemilihan umum presiden-wapres 2019 mendatang, JK memprediksi Jokowi akan kembali mencalonkan diri sebagai capres, mengingat usianya masih muda. Kalla pun mengatakan pihaknya siap mendukung Jokowi dalam Pemilu 2019.

"Pak Jokowi kan masih muda dibandingkan saya, ya otomatis beliau akan maju. Ya tentu kita mendukung beliau, bagaimana caranya? Nanti kita lihat," tambah Kalla.

Sebelumnya, beredar tulisan wartawan senior John McBeth yang mengulas bahwa nama Jusuf Kalla berpeluang untuk kembali digandeng Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

McBeth, yang mengklaim telah menghabiskan 11 tahun karirnya menulis mengenai politik Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengaku mendapatkan konfirmasi dari sumber terdekat Jusuf Kalla bahwa tawaran sebagai cawapres itu pernah ada.

Jusuf Kalla sendiri pernah menjabat sebagai wapres selama satu periode di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 – 2009.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan dua kriteria bagi seorang tokoh untuk menjadi calon wapres pendamping Presiden Joko Widodo dalam pencalonannya di Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan JK untuk menanggapi kabar adanya tawaran untuk kembali mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Ya saya kira memang semua tokoh itu berbeda-beda dia punya pengalaman, (berbeda) caranya. Namun, bagaimana seorang tokoh yang bisa dua hal," kata JK.

Pertama, menurut Jusuf Kalla, tokoh yang disiapkan menjadi calon wapres harus memiliki kekuatan dukungan dan politis untuk membantu elektabilitas Joko Widodo.

Kedua, tokoh calon wapres tersebut harus memilii kemampuan dan kapabilitas untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari persoalan ekonomi, sosial dan politik.

Meskipun mengaku tidak akan maju lagi dalam Pilpres 2019, JK mengatakan pihaknya belum memiliki nama yang akan direkomendasikan kepada Jokowi untuk dijadikan calon pendamping.

"Belum (ada nama). Mesti dua hal itu harus memenuhi syarat, dan disamping itu juga tentu yang bisa memperluas jangkauan keterpilihan. Mungkin 'you' punya saran, itu boleh saja," kata Wapres Kalla kepada para pewarta.

 

 

Sumber : ANTARA

Tag : jokowi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top